Kombinasi Eksperimen Berbalut Rock & Roll Khas Streetwalker

Streetwalker melanjutkan perjalanan mengarungi Dunia Digital Society 5.0-nya dengan nomor baru, “Moral Compass”. Lagu tersebut dirilis berselang kurang lebih sebulan setelah single sebelumnya, “The Sun” dirilis bulan lalu.

Dari sisi tema lagu, Streetwalker masih berkutat pada dunia maya futuristik imajiner mereka. Kali ini, Hafidz Tamjidi (vokal dan gitar), Agung Reza (gitar), Andika Rahimy (drum), dan Faiz Marie (bas) lebih spesifik membahas tentang pencarian jati diri di Society 5.0.

“Tema lirik bercerita tentang cerminan proses pencarian jati diri di zaman informasi digital yang cepat dan bagaimana disinformasi dapat dengan mudah disuguhkan di atas meja, “Moral Compass” menjadi simbol dari proses menyeimbangkan diri dari lingkungan digital yang terkadang menyebabkan perasaan kehilangan, kesepian, dan depresi, jika digunakan berlebihan,” jelas Streetwalker dalam siar persnya.

Jika mereka mengaku memasukkan unsur eksotis dalam karya sebelumnya “The Sun”, kali ini mereka membawa eksplorasi tersebut lebih jauh. Streetwalker membuka “Moral Compass” dengan intro yang menggunakan time signature yang terdengar seperti 7/4 lalu masuk ke verse dengan ketukan standar. Bagan yang cukup jelimet diciptakanan kuartet asal Ibu Kota ini. Saat masuk bagian bridge dan chorus, mereka merubah lagi ketukannya, biarpun bukan time signature, tempo mereka jelas berubah. Setelah itu, mereka memaksakan solo drum ditambah bas khas jazz-jazz swing “50-an, dan mereka berhasil membuatnya tidak terdengar dipaksakan. Solo gitar pun tidak bisa dilupakan kesannya. Selain bending-bending menggelegar, entah Agung Reza atau Hafidz nampak memasukkan sedikit lick-lick yang terdengar mencampurkan beberapa varian tangga nada sekaligus.

“Moral Compass” merupakan kelanjutan dari “The Sun”. Ini menandakan bahwa Streetwalker sedang melanjutkan perjalanan mereka mengarungi Dunia Digital Society 5.0. Dunia Digital Society 5.0 merupakan tema besar dari album mereka mendatang, P.U.L.S.E., sebuah jagat masa depan semifiksi yang dibuat oleh keempat personel. Dari kedua lagu yang telah dirilis, Streetwalker nampak konsisten mempersiapkan manusia untuk menghadapi semesta di angan mereka itu.

P.U.L.S.E. akan menjadi album kedua Streetwalker setelah pada 2015 merilis album penuh perdana bertajuk Control Ur Mind. Album tersebut telah berhasil menggiring mereka ke banyak panggung termasuk Festival Envol Et Macadam di Quebec City, Kanada.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Streetwalker

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading