Kolaborasi Musik dan Media Art Bernama Buaya Kota, Rilis Single 'Harta, Tahta dan Kuota'

Tidak banyak musisi dalam karyanya yang menempatkan visual dan kedalam peran yang penting dan porsi yang cukup berani, jika visual biasanya hanya menempati peran pendukung untuk musik, kini sebuah proyek seni dari Jakarta hadir.

Buaya Kota adalah hasil kerja kolaboratif antara SC & LNDG yang baru saja Melepas satu single yang berjudul Harta, Tahta dan Kuota. Pada lagu tersebut Randy SC & LNDG menceritakan kembali kejadian yang sering terjadi di keseharian mereka dalam konteks urban pada saat zaman kuliah, atau setidaknya mereka menyuarakan hal-hal yang terjadi pula di sekitar kita dan kejadian-kejadian dalam memori kolektif yang dituangkan dalam bait-bait lirik yang divisualisasikan secara epik. Karya musik ini tidak berdiri tunggal, ia menghadirkan visual sebagai satu kesatuan utuh yang saling melengkapi dengan musik elektronik.

Nissal Nurafryansah a.k.a LNDG adalah seniman yang berfokus pada praktik artistik seperti video, visual mapping dan instalasi yang sudah malang melintang. ketertarikannya pada medium tersebut mengantarkannya pada beberapa pameran seni media, festival musik di beberapa kota di Indonesia maupun di Asia.

Kerja lintas disiplin seni bukan sesuatu yang baru bagi LNDG, melakukan project kolaborasi bersama seniman dan kelompok seni telah ia lakukan sepanjang tahun lalu seperti membuat karya Interactive Light Art Installation bersama Klego Lighting Terror, project Extended Asia, dan masih banyak lainya.

 

Randy Satya Cahya a.k.a SC, Pertama kali dikenal lewat band Speakeasy sempat merilis 1 album bersama Demajors serta 1 EP Independen dan juga berhasil menjadi wakil dari Indonesia menjadi pemenang The People Choice Music Awards di London. Di tahun 2020 SC kembali mengeluarkan single “Moving on” dengan Rully Sianipar dan Tuan Tigabelas, dan merilis single Hard Days dibantu oleh Viki Vikranta sebagai Co-producer. 

 

Project “Buaya Kota” ini juga dimotori oleh Rizki Rama A.K.A Kampleng, seorang manajer musik yang telah banyak berkontribusi dalam kancah musik Indonesia. Dan single Harta, Tahta dan Kuota akan rilis di platform-platform digital musik (Spotify,Apple Music, Joox, Deezer, Dll.) oleh Kolabtif pada tanggal 26 maret 2021

 

Teks: Alkadri

Visual: Arsip dari Buaya Kota

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading