Kolaborasi Juang Manyala dengan Cholil Mahmud dan Gardika Gigih dalam Lagu “We”

Juang Manyala, musisi asal Makassar akan merilis sebuah single bertajuk “We” di platform musik digital pada 25 Juni 2021. Single ini sebelumnya telah ditampilkan dalam format pameran musik THIRTY CONTEXT yang menjadi rangkaian rilisan album milik Juang Manyala bertajuk ‘30’ pada Oktober 2020 lalu.

 

Semakin istimewa untuk lagu “We” ini yang dirilis oleh Riuh Records, Juang Manyala berkolaborasi dengan 2 (dua) musisi kenamaan Indonesia yaitu Cholil Mahmud, yang merupakan vokalis dan gitaris dari grup musik rock alternatif asal Indonesia, Efek Rumah Kaca dan Pandai Besi dan Gardika Gigih, merupakan seorang komponis asal Yogyakarta.

Mengutip liner notes yang ditulis oleh sutradara Riri Riza:

“Lagu “We” merupakan nomor pop folk yang penuh bobot. Cholil dan Gardika menyumbang perasaan yang kuat dalam lagu yang merupakan ungkapan doa ibu dan bapak untuk anaknya. Lagu yang liris dan menembus batas-batas bentuk dan gaya yang biasanya didengarkan dari lagu-lagu lainnya yang diciptakan Juang.”

WE berarti perempuan dalam bahasa Bugis Bone. Namun, bisa juga bermakna kami (dalam bahasa Inggris). Melalui lagu ini, Juang seolah ingin mengungkapkan harapan- harapan yang baik untuk perempuan yang ada di sekitarnya.

Sedangkan album bertajuk ‘30’ yang memuat lagu “We” menjadi titik pencapaian baru bagi Juang Manyala dalam menjalani kehidupan selama 30 tahun. Karya-karya sederhana yang ditulis langsung berdasarkan pengalaman hidup sang seniman, meliputi spiritual, kultur, keluarga, kesenian, dan berbagai hal penting yang terjadi dalam keseharian.

Sekilas tentang Juang Manyala

Juang Manyala mendirikan sebuah kelompok ensembel Melismatis sejak 2006 di Makassar. Lalu, dia pindah ke Bandung untuk melanjutkan studi musiknya.  Lulus dari studinya, dia pulang untuk mendirikan sebuah ruang kolektif kesenian yang diberi nama Prolog Studio. Melalui kolektif tersebut, dia bergerak bersama komunitas- komunitas untuk mendukung geliat skena musik di kota Makassar, salah satunya melalui festival musik tahunan bernama Prolog Fest.

Saat ini, dia aktif berkarya dengan band rock bernama LOKA’ dan menjadi komposer musik untuk beberapa film salah satunya film Athirah (Emma’) karya sutradara ternama Riri Riza yang menjadi film terbaik Piala Citra tahun 2016. Melalui film itu, Juang Manyala masuk sebagai nominasi Penata Musik Terpilih Piala Maya 2016.

 

Visual: Arsip dari Riuh Records

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading