Kolaborasi Che Cupumanik dan Robi Navicula Dalam ‘Jiwa Yang Berani’

Lima tahun pasca rilis buku Rock Memberontak –sebuah buku yang membongkar isi kepala Che Cupumanik dan Robi Navicula, kini kedua pentolan band grunge raksasa Indonesia itu merilis sebuah single berjudul ‘Jiwa Yang Berani’  dalam bentuk video lirik yang diunggah melalui channel YouTube Che Cupumanik pada Selasa (20/10) kemarin. Lagu yang ditulis lima tahun silam itu secara resmi dan khusus dirilis untuk memperingati lima tahun kelahiran buku Rock Memberontak yang ditulis oleh Eko Wustuk.

“20 Oktober 2020, tepat 5 tahun lalu buku “Rock Memberontak” dirilis. Buku yang menguak secara detail proses kreatif Che Cupumanik dan Robi Navicula menulis lagu rock/grunge tersebut ditulis Eko Wustuk dan diterbitkan Edraflo Books” tulis dalam keterangan video lirik yang diunggah.

Diceritakan, kala menuju perilisan buku Rock Memberontak pada 2015 silam, Che mengusulkan ide kepada Eko Wustuk dan tim penerbit untuk membuat lagu khusus sebagai karya pengiring buku tersebut. Mengingat Rock Memberontak adalah buku yang mendedah proses penulisan lirik, maka usul Che  tersebut disambut dengan antusias oleh Robi, Eko, dan penerbit. Kemudian Che membuat sketsa dasar  komposisi musik menggunakan gitar lalu mengirimkannya ke Robi yang berada di Bali. Keduanya kemudian menyempurnakan lagu ‘Jiwa Yang Berani’. Mengingat Che dan Robi berada di pulau yang berbeda, mereka pun sementara melakukan workshop secara daring.

Tak butuh waktu lama, mereka pun bertemu di Bali kemudian melakukan proses rekaman di studio Jos Music Lab milik Wayan Jos, pentolan Zat Kimia dan Kaimasikun. Wayan Jos pun dipilih sebagai Produser juga pengisi  gitar dalam proyek kolaborasi ini. Selain Wayan, personil Zat Kimia yang lainpun turut terlibat, diantaranya Noriz Kiki mengisi drum dan Edy Pande engisi departemen bass. Setelah sesi rekaman selesai, proses mixing dan mastering dieksekusi oleh Denny Surya, drummer dari trio Dialog Dini Hari. 

Proses rekaman dan workshop secara luring berlangsung dari 23-24 November 2015. Dalam pertemuannya itu bahkan Che dan Robi belum menyiapkan lirik lagu. Kemudian mereka bertukar ide, dan saling mengungkapkan pandangan mengenai pesan lagu ketika bertemu di Bali. Akhirnya tercetus pesan yang disepakati, bahwa lagu ‘Jiwa Yang Berani’ adalah tentang keberanian melawan rasa minder dan kemalasan untuk tetap berkarya. Proses workshop dan sesi rekaman lagu ‘Jiwa Yang Berani’ diabadikan oleh videografer bernama Topang dan dijadikan latar video lirik yang dirilis.

Buku ‘Rock Memberontak’ sendiri merupakan buku yang mengangkat proses kreatif Che dan Robi dalam penulisan lirik. Secara detail Eko Wustuk yang juga seorang jurnalis senior mengupas hal-hal apa saja yang mempengaruhi Che dan Robi ketika menulis lirik, dari mulai isu politik sampai lingkungan. Selain menulis buku ‘Rock Memberontak’ Eko juga adalah salah satu penulis buku yang produktif, diantaranya ia menulis buku: Saya Ada di Sana: Catatan Pinggir Grunge Lokal, Dua Pohon Senja Tua yang merekam kehidupan Dadang Pranoto SH aka Pohon Tua  pentolan Navicula dan Dialog Dini Hari, I’m All Ears buku perjalanan bermusik Endah N’ Rhesa, dan buku kumpulan puisi berjudul Bukan Atas Nama Cinta

Di tengah kondisi pandemi yang juga belum selesai, agaknya lagu ini bisa menjadi pemantik untuk kita tetap semangat dalam berkarya, seperti penggalan lirik ‘Jiwa Yang Berani’ berikut ini: “Lipat gandakan senjata, Walau diancam bahaya, Kita manusia merdeka, Dan ini bukan dosa.Kita rangkai harapan, Kan kuberi pengorbanan, Atas nama Karya”. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading