Kolaborasi Artistik Indonesia-Inggris dalam Sebuah Jukstaposisi

Musisi dan produser asal Inggris, T?L? telah merampungkan residensi virtualnya di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) dalam program Musicians in Residence Indonesia 2022 yang hadir atas kerja sama antara British Council dan PRS Foundation, Inggris.

Selama empat minggu pada bulan Februari -Maret, T?L? berkesempatan untuk membangun koneksi serta kolaborasi kreatif bersama komunitas musisi – produser Indonesia.

“Bekerja sama dengan PSBK merupakan sebuah pengalaman luar biasa. Saya senang bisa mempelajari arsip musik Indonesia, mengeksplorasi berbagai suara dan sejarah negerinya. Saya senang membangun hubungan yang kuat dengan semua kolaborator dan berharap untuk melanjutkan project-project di masa depan. Saya akan ke Indonesia akhir tahun ini. Highlight nyatanya adalah saat PSBK memperkenalkan banyak produser musik melalui workshop digital dimana saya dapat berbagi proses produksi saya. Saya sangat bersemangat untuk dapat melakukan lebih banyak hal lagi ketika saya datang ke Indonesia nanti dan bekerja dengan lebih banyak seniman. Ini hanyalah awal dari perjalanan yang benar-benar mengasyikkan,” terang T?L? tentang pengalamannya beresidensi di PSBK.

Di penghujung residensinya, T?L? meluncurkan sebuah mixtape berjudul Jukstaposisi. Pada kompilasi yang terdiri dari 3 tracks ini T?L? memproduksi sebuah track berjudul Sultan’s Pleasure serta berkolaborasi dengan rapper Mario Zwinkle dalam produksi track Melintir, dan DJ, komposer, produser musik Dipha Barus dalam produksi track Wavy Katara.

“Ini adalah pengalaman pertama berkolaborasi musik dengan produser luar negeri, terlebih project ini dilakukan secara virtual jadi terasa batasan dan tantangannya. Hal ini menjadi experience yang benar-benar baru. Di awal aku dikirim beberapa draft lagu yang T?L? produksi. Dari situ aku langsung memilih lagu "Melintir". This song speaks to my soul. Dari situ kami berdiskusi bagaimana draft lagu ini dikembangkan,” kesan Mario atas kolaborasinya bersama T?L?.

Senada dengan Mario, musisi Dipha Barus yang dikenal dengan gaya khasnya dengan menerapkan unsur tradisional ke dalam musiknya berharap audiens dapat menikmati hasil kolaborasi mereka dari manapun mereka berada.

“Musik adalah salah satu bahasa universal yang menjembatani pertukaran ide dalam kolaborasi ini, secara kultural pasti ada beberapa aspek yang secara tidak sadar mempengaruhi tiap artist dalam pemilihan tekstur suara dan aransemen,” ungkap Dipha Barus.

Pada sampul mixtape Jukstaposisi ini turut menampilkan karya visual dari seniman Uji Hahan.

“Sebenarnya bekerja lintas disiplin itu selalu menarik bagi saya. Disiplin yang berbeda ini akan menghasilkan sebuah produk budaya yang menurutku cukup berbeda dari yang biasa kita nikmati dengan proses-proses yang cukup eksklusif. Seniman seni rupa dengan proses karya seni rupa, atau seniman musik bekerja sebagaimana seniman musik dengan prosesnya. Menurutku percampuran ini ‘kan di wilayah abu-abu tapi tegas yang bisa melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru.” Ungkap Uji Hahan.

Selama proses residensinya pada bulan Februari-Maret 2022, T?L? dibantu oleh dua orang seniman asal Yogyakarta, Lana Pranaya dan Dito Satriawan dalam menggali kekayaan suara Indonesia.

Bersama tim PSBK, mereka saling bertukar wawasan tentang skena musik dan komunitasnya di Indonesia serta berbagai bentuk sumber musik etnik sebagai referensi untuk mengenali budaya Indonesia.

“Mengambil jarak dengan objek dapat memberikan pembeda yang besar. Arsip, soundscape, relief yang ada di sekitar kita akan menjadi hal biasa saja jika dilihat dengan kacamata sehari-hari. T?L? dan para kolaborator lain menunjukkan bahwa objek-objek tersebut dapat menjadi inspirasi bahkan materi pokok dalam mengkreasikan karya seni. Tentu saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi bila project ini dijalankan secara offline akan tak terbatas, namun residensi virtual ini telah memunculkan pengalaman dan proses kreasi yang baru. Sekali lagi jarak menjadi poin pembeda yang penting dalam program ini,“ jelas Dito Satriawan.

Editor: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading