Koil Rilis Digital EP Lagu Hujan

Band rock industrial asal Bandung, Koil resmi merilis album mini terbaru berjudul Lagu Hujan dalam format digital (22/7) diseluruh layanan streaming musik. Perilisan ini merupakan milestone lanjutan dari Otongkoil (vokal), Donnyantoro (gitar), F.X. Adam Joswara (bass, synthesizer), dan Leon Ray Legoh (drum) dalam upaya menuntaskan berbagai seri rilisan baru menjelang album penuh keempat mereka yang kini sedang dipersiapkan.

Andai kalian mengikuti Koil, album mini Lagu Hujan sendiri sebetulnya sudah mulai ditabuh pada awal tahun lalu bersama Grimloc Records dan disebarkan dalam format vinyl 7 inch berbentuk piringan hijau. Hanya saja vinyl yang dicetak terbatas tersebut berisikan dua lagu saja. Sedangkan versi digitalnya, merupakan versi yang lebih lengkap. Berisikan 6 lagu, terdiri dari empat gaya musikal baru “Lagu Hujan” dan dua cover songs karya musikus 80-an yang Koil gemari.

Menurut penuturan Otongkoil, proyek Lagu Hujan ini berlatar pada usaha merekam ulang seluruh materi lagu di album perdana, Self Titled (1996).

“Album pertama Koil hanya dirilis dalam format kaset pita dan sudah tentu tata suaranya tidak akan maksimal jika diputar dengan peranti apapun di masa kini. Untuk menyempurnakan kekurangan macam itu, kami memutuskan untuk merekam ulang seluruh materi tersebut agar jauh lebih nyaman didengarkan, termasuk “Lagu Hujan”,” ujar Otong dalam keterangan pers.

Menurut penuturan Koil, perilisan album ini juga berdasar pada permintaan penggemar (Koil Killer Klub) agar katalog lama Koil segera diunggah dan dinikmati secara digital. Hanya saja atas berbagai pertimbangan metode pengenalan ulangnya tidak langsung utuh dalam format album.

Album mini Lagu Hujan dalam hematnya menawarkan baris jurnal musikal yang manis dan elok. Pertama adalah versi rekam ulang “Lagu Hujan” yang lebih gemerincing, lalu versi rekonstruksi dari Vladvamp yang berganti judul menjadi “Tangga Pelangi”; berbalut tawaran nuansa dansa dengan bebunyian Electronic Body Music yang kental.

Kemudian ada rekonstruksi dari Genesida yang juga mengubah judul aslinya menjadi “Kenal Tanah Asing”. Versi ini menaruh pilihan pada corak musik swing-psychedelia dengan Leon Ray Legoh pada vokal. Sebuah lagu yang akan menggiring kita ke suasana bar-bar penuh kepulan asap. Sedangkan “Lagu Hujan” satunya merupakan versi live akustik yang diambil dari konser tunggal bersejarah Koil pada tahun 2011 lalu di Sabuga.

Untuk cover songs, Koil membawakan musik-musik kegemaran mereka dari masa lalu. Ada lagu berjudul “Every Minute” dari band asal Jerman tahun 80-an bernama Moti Special, dan  lagu new wave ikonik dari unit musik asal Inggris, New Order dengan judul “Bizarre Love Triangle” yang pembawaannya sedikit digubah dengan citra musik yang lebih rancak.

Sebagai catatan lainnya, di berbagai lagu pendengar juga akan disuguhi oleh sampling dari salah satu film klasik Indonesia.

Album mini Lagu Hujan ini direkam di The Old Ghost House, Bandung pada kuartal pertama 2022 dengan proses akhir audio—mixing dan mastering—oleh Otongkoil dan Azthraal. Dan untuk sampulnya, Koil juga mempercayakan langsung ke tangan Otongkoil.

Kini album Lagu Hujan sudah bisa kalian simak diberbagai kanal pemutar musik digital.

Visual: Arsip dari Warkop Musik

 

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading