Kisah Kasih Pertemanan dari The Sugar Spun

Lantunan lagu dari mini album berjudul All The Tracks Based On My Feelings And This Is What It Looks Like masih segar dalam ingatan. Bagaimana tidak, mini album hasil buah pikiran band asal Bandung yang bernama The Sugar Spun ini baru saja dirilis pada akhir tahun kemarin. Keseluruhan cerita dari karya ini adalah tentang kejadian-kejadian pada sebuah masa peralihan dari fase remaja menuju ke dewasa, yang mana di fase tersebut akan banyak hal-hal tak terduga yang akan datang menyambangi. Lalu, di awal tahun ini mereka juga merilis sebuah single berjudul “Trapped In The Ice”. Selain single, mereka pun membawa satu lagi angin segar.  The Sugar Spun kini memberi warna baru dengan menambahkan satu personil baru bernama Gilang Dhafir yang akan bertugas di bagian synth/bass.

Single ini merupakan sebuah pertanyaan bagaimana kita bertahan dan keluar dengan selamat atas kejadian atau momen yang menimpa kita di masa lalu seperti kata pepatah “what happened in the past, stays in the past. Don’t let it determine your future”,  kami mencoba menggambarkan es itu sendiri sebagai trauma dan hambatan untuk melangkah kedepannya.” Terang mereka.

the sugar spun war

Kini, mereka datang kembali dengan karya terbaru. Suguhan segar berupa video klip yang berjudul “War”, sebagai bentuk follow-up dari EP mereka sebelumnya yang dirilis di penghujung 2019 kemarin. Disutradarai oleh Junita Syauni dan Tasha Azzahrah yang bertindak sebagai pembuat cerita dan merangkap sebagai director of photography, video musik “War” yang seluruh pengambilan gambarnya mengambil tempat di Makassar, bercerita tentang seorang pemuda yang jatuh cinta terhadap sahabatnya sendiri.

Lalu, apakah perasaan suka terhadap seorang sahabat bisa menjadi sesuatu hal yang sangat menyenangkan atau malah sebaliknya? Di awal lagu, para pendengar—dan tentunya penonton karena konteksnya adalah video musik—akan dijejali sebuah visual dari adegan pertemanan yang senyata-nyatanya melalui perilaku dan mimik, begitu juga dengan hal-hal yang mungkin biasa dan sering dilakukan dengan teman dekat semisal hangout, berjalan-jalan keliling kota, hingga memutar lagu favorit ketika sedang berkendara, sebelum semuanya akan dialihkan ke dimensi gelap di dalam sebuah gedung terlantar dimana sang pemeran pria mulai menaruh perasaan kepada sahabatnya sendiri. Konsep dari video ini sedikit banyak terinspirasi  dari tema “Urban Love Stories”, karya yang berdurasi 4 (empat) menit ini telah dilepas di kanal YouTube The Sugar Spun pada tanggal 4 Juni 2020. Selamat menyaksikan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari The Sugar Spun

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading