Kisah Cinta Dua Alam ala Jëk Lewat Single ‘Rejected’

Mencintai seseorang memang tak terbatas oleh keadaan, mungkin itu yang terbesit di benak kebanyakan orang, meskipun pada kenyataannya adalah kenyataan itu sendiri yang sering kali menjadi halangan atau hambatan dalam urusan ini. Saya rasa ini yang ingin disampaikan Jëk dalam single terbarunya ‘Rejected’.

12 maret 2021 lalu penyanyi dan penulis lagu asal Medan Jëk resmi merilis karya keduanya yang berjudul ‘Rejected’ lagu yang berdurasi 4:23 yang mulai digarap pada akhir tahun 2020, tepatnya pada bulan November, dalam pembuatan lagunya Jëk diproduseri oleh Esa Prakasa yang juga mengisi part gitar dalam lagu ini.

Got rejected, but I’m okay” itulah yang Jëk dengar dari temannya Tom, seorang pria yang telah kehilangan nyawanya. Pada karya keduanya ini Jëk akan menceritakan tentang Tom si hantu yang ditolak dari cinta dunia, dan bahkan alam baka, selain itu juga di dalam ‘Rejected’ ini Jëk ini menceritakan bagaimana penderitaan yang dialami Tom si hantu yang mencintai seseorang dalam keadaannya saat ini, melalui liriknya “Please, I can’t go back, I can’t stop loving you and the soul reject me to” sangat jelas bagaimana kondisi Tom yang sangat mencintai seseorang, namun tidak dapat kembali menjadi manusia. Begitulah kira-kira yang ingin disampaikan oleh Jëk melalui lagu ‘Rejected’.

Meskipun menceritakan kisah yang sangat menyedihkan dan tragis dari Tom, lagu ini dibawakan dengan suasana yang ceria, bukan tanpa alasan Jëk ingin para pendengarnya dapat lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang saat masih hidup, selain itu Jëk melalui ‘Rejected’ ingin mengingatkan kepada pendengarnya bagaimanapun juga kita harus tetap bisa berjalan maju dan menghadapi hidup yang bahkan kadang tidak kita rencanakan dengan Bahagia.

‘Rejected’ diciptakan sesuai dengan apa yang Jëk rasakan melalui “Tom”. Sebagai media juga sebagai contoh tidak ada hal lain yang lebih indah dibandingkan dengan mencintai diri sendiri dan berhenti berharap melebihi kapasitas yang kita punya, alih-alih mematahkan harapan, justru Jëk ingin menyampaikan bahwa setiap siapapun memiliki batasannya sendiri, bahkan Tom.

“Karena semua akan terasa lebih pahit ketika manis yang menjadi menu utama. Tidak ada yang lebih indah dari diri kita sendiri” tutupnya.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Jëk

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading