Band asal Kota Kediri bernama Kiarakelana resmi merilis EP perdananya bertajuk “Meluruh Jenjam” pada 8 November 2019 lalu, setelah sebelumnya sempat pula memperkenalkan single berjudul “Gusar Angin Malam” di tanggal 16 Agustus 2019 dan lagu “Aksara Jiwa” serta “Di Persimpangan” di tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, EP ini menceritakan segala proses dalam menerima semua kesedihan beserta segala konsekuensi yang akan menyertainya. “Meluruh Jenjam” akan mengandung tujuh buah lagu dengan latar belakang cerita yang berbeda-beda.

Seluruh lagu dalam mini album ini direkam dan disempurnakan di Suara Kelana Record, dan melalui proses mixing dan mastering oleh Adha Buyung. Lirik dari beberapa lagu tersebut didapat dari kumpulan puisi yang ditulis oleh beberapa kerabat mereka.

Di antaranya yaitu puisi dari Danang Mufty Noer Fachreza berjudul “Tentang Hati dan Angan” dan “Gusar Angin Malam”, “Di Persimpangan” karya dari Zahra Nurya, puisi milik Nanda Primarta serta Samudya yang dipadukan dalam “Ángan”, pun juga Guruh Nusantara yang menuangkan ketenangan dalam “Selumbari Lalu”.

Selain kelima lagu tersebut, ada juga dua lagu yang melibatkan karya tulisan dari para personil Kiarakelana  yaitu “Mahia” dari Adha Buyung dan “Aksara Jiwa” milik Noekie Pratama.

EP “Meluruh Jenjam” milik entitas musikal dengan komposisi Adha Buyung (vokal, gitar), Biassepta Nego (bass), Noekie Pratama Putra (drum) dan Galih Buana Aji (gitar) sudah dapat didengar oleh khalayak sejak 8 November 2019 melalui beberapa layanan musik digital seperti Spotify, Deezer, Itunes, dan Youtube.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Kiarakelana