KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu, Rekah akhirnya melepas album penuhnya yang perdana bertajuk KIAMAT. Dirilis dalam format kaset pita oleh label rekaman Greedy Dust, album ini juga bisa kalian dapatkan secara digital di gerai musik mandiri The Storefront.

Setidaknya ada 9 nomor lagu yang Rekah sajikan di album ini, termasuk beberapa di antaranya adalah materi yang sebelumnya sempat dirilis, seperti “24 Jam di Fatmawati”, “Kabar dari Dasar Botol”, dan Kereta Terakhir dari Palmerah” .

Dengan durasi total sekitar 50 menit, unit yang dihuni oleh Fachri Bayu Wicaksono (Gitar), Junior Johan (Drum), Tomo Hartono (Gitar dan vokal), dan Yohan Christian (Bass) ini sedang membaurkan ragam jenis musik yang mereka gandrungi. Mulai dari rock progresif, post-hardcore 2000-an, post-punk hingga sentuhan jazz ke dalam musik skramz/blackgaze yang mereka usung sedari awal.

Selain itu, di album ini mereka juga bermain-main dengan siklus sebagai bentuk. Semua lagu disusun saling bersambung ke lagu setelahnya. Pun dengan lagu terakhir yang bersambung kembali ke lagu pertama.

Di wilayah lirik, menurut Rekah, KIAMAT merupakan sekuel dari album mini Berbagi Kamar yang dilepas tahun 2017 lalu dan masih beririsan dengan kesehatan mental. Seperti biasa, lewat album konseptual ini, Rekah sedang bicara (dan berteriak) tentang kelindan antara kecemasan dan keputusasaan yang saban hari kita rasakan. Lengkap dengan penderitaan yang kerap terjadi di sekitar.

“Saat nulis album ini, gue mulai menyadari bahwa bicara kesehatan mental nggak bisa lepas dari soal gimana cara bikin dunia yang bebas dari kerja dan eksploitasi. Gimana bisa sembuh kalo kita terus-terusan dipaksa untuk banting tulang cuma demi sekadar bisa bertahan hidup?”, tutur Tomo Hartono selaku penulis lagu dari Rekah.

Walau terdengar muram, namun Tomo tidak ingin menulis lagu-lagu tentang kekalahan. Ia percaya, perlawanan dimulai dari kesadaran. Hanya dengan menyadari apa yang salah dengan dunia ini, baru kita bisa mulai membayangkan dunia baru yang lebih menyenangkan. Semangat inilah yang menjadi nyawa lagu-lagu dalam album ini.

Dalam liner notes-nya, Kelana Wisnu Sapta Nugraha dari Pustaka Pias mencatat; Rekah adalah bukti bahwa eksplorasi “bunyi”, seperti perkembangan surealisme maupun dadaisme yang disingkap Henri Lefebvre dalam La production de l’espace, bukan sekadar upaya pelampauan ekspresi, melainkan “bunyi-bunyi” itu memang tercipta dari ruang yang mulai menjumpai kiamat-kiamat kecilnya. Ia tercipta dari ampas peluh, resah, amarah, lelah dari serangkaian tubrukan kekalahan dan menjadi orkestrasi keseharian. Ia seolah menarasikan kembali dunia yang penuh kekerasan, menginjak semua ketidakmungkinan, menertawakan fatalitas, hingga mengobral agitasi untuk mengatasi kekalahan yang takterelakkan.

Kini, album penuh KIAMAT sudah bisa kalian buru dan dapatkan secara fisik mau pun digital.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Rekah

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading