Ketika SBY Melukis Debur Ombak di Pantai Pacitan

Pandemi memang sudah  berhasil bikin repot segala lini. Gara-gara pandemi juga kita semua terpaksa harus membatasi diri untuk tidak bepergian ke mana-mana, mengingat resiko penularannya yang masih tinggi. Namun ternyata pandemi juga bisa memunculkan sesuatu yang unik, salah satunya perilaku keseharian kita. Karena aktivitas di luar rumah dibatasi, ternyata ada banyak cara dan ekspresi dalam menghadapi pandemi Covid-19 selama di rumah saja, salah satunya adalah melukis, persis seperti  apa yang dilakonii oleh mantan presiden ke 6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Beberapa hari lalu jagat media sosial diramaikan dengan kemunculan  SBY yang berfoto bersama karya lukisnya, lengkap dengan peci khas seniman serta baju polosnya. Dalam foto tersebut SBY memamerkan hasil karyanya yang diberi judul “Debur Ombak di Pantai Pacitan”. Selain lukisan yang terpasang di easel kayu itu, beberapa lukisan panorama alam pun terpammpang  disekelilingnya.

Aktivitas melukis SBY tersebut pertama kali diunggah oleh Jensen Sitindoan melalui akun Twiter-nya. Dalam unggahannya tersebut, Jensen menjelaskan bahwa lukisan SBY yang diunggahnya merupakan uji coba menggunakan kanvas serta kuas yang masih baru.

“Fresh dari studio beliau hari ini. Lukisan terbaru pak SBY pagi ini. Judulnya “Debur Ombak Di Pantai Pacitan”. Acrylic, ukuran 60X90 cm. Sebenarnya ini masih “trial” menggunakan kanvas dan kuas jenis baru (Winsor & Newton) type Professional Galeria.” Cuit @jensen_jsp (07/08)

Ragam respon pun muncul dari berbagai kalangan, salah satunya dari sutradara kawakan Angga Dwimas Sasongko yang mengapesiasi aktivitas SBY selama PPKM tersebut. Sambil mengilustrasikan lukisan SBY ke dalam salah satu genre film, sutradara film Filosofi Kopi itu mengatakan secara terang-terangan bahwa ia menyukai lukisan SBY.

“Sebagai kolektor seni rupa, saya suka sekali sama color pallette Pak SBY sbg pelukis. Punya rasa kayak nonton landscape film-film anime. Semangat melukis lagi, Pak. Nikmati hidup” cuit Angga dalam akun twitternya.

Seketika cuitan Angga pun di-retweet sambil dibubuhi komentar oleh seniman senior Sudjiwo Tedjo. Ia pun setuju dengan Angga sambil membandingkan karya lukis SBY dengan karya musiknya.

“Aku setuju @anggasasongko.. lukisan Pak Susilo Bambang Yudhoyono bagus. Animatif banget. Kalau lagu2nya sorry to say, kacangan banget. Tapi lukisan beliau hebat. Aku sbg org yg salah satu mata pencahariannya juga melukis, jujur agak iri pada pencapaian Pak SBY di seni rupa…Welcome, Pak SBY” cuit Sudjiwo Tedjo.

Bukan kali ini saja SBY membagikan aktivitas melukisnya kepada khalayak luas. Pada 6 Juli bulan lalu pun ia sempat memberikan hadiah spesial berupa lukisan di hari ulang tahun mendiang istrinya, Ani Yudhoyono. Hal ini pertama kali dibagikan oleh putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono melalui sebuah video yang memperlihatkan SBY tengah berada di studio lukis di rumahnya.

“6 Juli adalah tanggal kelahiran istri tercinta almarhumah. Biasanya saya dan keluarga dalam rangka mengenang dan memperingati hari kelahiran almarhumah melakukan ziarah di TP Kalibata. Kali ini tentu tidak bisa karena kami semuanya menghormati PPKM yang dijalankan oleh pemerintah,” kata SBY dalam video tersebut.

SBY memang dikenal sebagai salah satu mantan presiden yang memiliki bakat seni yang cukup mumpuni. Ketika ia menjabat sebagai presiden selama 2 periode, ia pun sempat merilis 5 album musik dengan melibatkan banyak musisi tanah air.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading