Ketika Fotografer Turut Berkontribusi untuk Penanganan Pandemi

Kurator Julie Grahame dan fotografer Janette Beckman kini bekerja sama dengan Luxlab di Kota New York untuk mendukung para warga yang hidup dengan penyakit parah dan kronis selama masa pandemi CoVid-19 melalui badan amal God’s Love We Deliver. Dengan jejaring yang melibatkan sebanyak 50 fotografer yang dimiliki oleh Grahame dan Beckman, mereka mengkontribusikan hasil pengalaman menangkap berbagai momen para artis ternama seperti, Kendrick Lamar, Cardi B dan Nicki Minaj, Kurt Cobain, David Bowie dan Prince.

Semua hasil dari penjualan karya foto ini nantinya akan disumbangkan kepada God’s Love We Deliver, organisasi yang hingga saat ini terus berkontribusi dalam program dapur umum dan menyajikan ribuan makanan bergizi. Sejak krisis dimulai, orang-orang yang terdampak terus bertambah di setiap waktu. Para fotografer yang turut berpartisipasi dalam penggalangan dana adalah Mick Rock, Bob Gruen dan Jonathan Mannion, dan banyak lagi yang lainnya. Karya-karya mereka akan tersedia dalam cetakan 8-kali-10 inci pada kertas Fuji Crystal Archive Type C. Program ini akan dimulai pada tanggal 26 Mei 2020, dan setiap karya akan tersedia di situs aCurator dengan harga USD 150.

 

Beberapa hasil fotografi yang dipajang di laman situs acurator.com

 

Beberapa waktu lalu inisiasi serupa juga dilakukan oleh seorang fotografer bernama Mark Seliger yang turut menjalin kerja sama dengan rumah lelang Christie dalam sebuah program yang disebut RADArt4AID. Inisiatif ini mencakup lelang global foto-foto dari para selebritas yang terkenal, dan semua hasil penjualan akan diserahkan kepada banyak organisasi yang turut membantu dalam penanggulangan CoVid-19.

Seliger menyumbangkan sekitar 25 cetakan foto edisi terbatas yang menampilkan beberapa objek favoritnya selama 30 tahun dia berkarir. Selebriti yang ditampilkan dalam karya fotografinya termasuk Dr. Dre, Snoop Dogg, Kurt Cobain, Kurt Cobain, Leonardo DiCaprio, Billie Eilish, Tom Hanks, dan banyak lagi.

“Seni dan kreativitas sebagai sumber cinta, introspeksi, dan kegembiraan telah bertahan melalui setiap tragedi yang kami hadapi bersama, dan saya percaya mereka akan terus menginspirasi kami, saat kami menangani pandemi ini. Terima kasih kepada semua orang yang berkontribusi dalam membuat pelelangan ini sukses. Dengan melakukan itu, Anda akan memiliki peran yang signifikan dalam membantu mereka yang membutuhkan,” kata Seliger dalam sebuah siaran persnya.

Badan amal yang dipilih untuk menerima hasil dari penjualan karya foto tersebut antara lain America’s Food Fund, American Red Cross, Broadway Cares/Equity Fights AIDS’ COVID-19 Emergency Assistance Fund, dan banyak lagi. Penjualan akan berlangsung di platform lelang online Christie’s dari 28 Mei hingga 12 Juni 2020.

 

Program lelang karya fotografi Mark Seliger yang bekerja sama dengan rumah lelang Christie’s.

 

Di Indonesia sendiri, gerakan seperti ini juga dilakukan oleh kolektif StageID. Seperti yang kita ketahui, mereka adalah kolektif fotografi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Beragam momen dari grup musik dan musisi diatas panggung telah mereka tangkap dengan sangat apik. Kali ini, guna membantu sesama, mereka menggelar sebuah program yang diberi nama StageID Distancing Photo Exhibition and Fundraising.  Program ini sendiri bergerak dengan cara menjual hasil foto para rekanan mereka dengan harga Rp. 50.000, dengan ukuran 4R (postcard). Nantinya, hasil dari penjualan foto-foto ini akan diberikan 50% ke pemilik karya, dan 50% akan disimpan sebagai dana untuk didonasikan kepada sesama.

“Tentu ini berat bagi rekan-rekan fotografer semua.  Komunitas StageID mengajak teman-teman stage fotografer bergerak & berkarya bersama dari rumah dan mengumpulkan donasi bagi teman kita yg membutuhkan. Dan apabila rekan-rekan fotografer ada yang membutuhkan dana darurat di masa pandemik ini jangan ragu untuk hubungi kami.” Terang mereka melalui Instagram resminya.

 

 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading