Emansipasi ala Bad Religion

Belakangan, lini media sosial kita kerap diisi dengan betapa panasnya iklim politik di Amerika. Sepanjang tahun 2020 Amerika dilanda banyak konflik, mulai dari kematian George Floyd yang memicu gelombang demonstrasi sampai dengan kerusuhan yang terjadi di Gedung Putih beberapa hari ke belakang. Belum lagi kontroversi yang ditimbulkan oleh Donald Trump atas kebijakan dan cuitannya di twitter yang dianggap selalu merugikan. Kini Joe Biden memegang kendali, ia sah dilantik sebagai presiden ke 46 Amerika Serikat menggantikan Donald Trump. Banyak musisi yang merayakan pelantikan tersebut, mulai dari Foo Fighters sampai musisi gaek  Bruce Springsteen. Tak terkecuali band punk politikal sekelas Bad Religion yang juga menaruh harapan pada Joe Biden dan Kamala Harris melalui sebuah lagu.

Baru baru ini, unit Punk veteran asal Los Angeles, Bad Religion telah membagikan lagu teranyarnya berjudul “Emancipation of the Mind” bertepatan dengan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat. Lagu ini adalah materi yang belum pernah dirilis sebelumnya dari sesi rekaman untuk album Age of Unreason yang dilepas tahun 2019, tetapi meskipun dibuat jauh sebelum pelantikan Biden,  lagu ini memang punya keterkaitan dengan apa yang dipikirkan oleh para personil Bad Religion.

“Panggilan pesan yang optimis dari lagu tersebut untuk alasan dan pikiran terbuka sebagai pemerintahan baru disambut di Gedung Putih hari ini. Bad Religion selalu mendukung humanisme, nalar, dan individualisme, yang tidak pernah lebih penting.” dalam sebuah pernyataan.

Official Artwork ‘Emancipation of the Mind’

Sang vokalis Greg Graffin menambahkan bahwa lagu “Emancipation of the Mind” merupakan sebuah lagu perayaan atas nilai pencerahan yang selama ini hanya bisa didapat dengan adanya keterbukaan pikiran dan emansipasi perasaan.

“Menurut saya lagu ini benar-benar merupakan perayaan nilai pencerahan yang dapat dipupuk melalui pembelajaran yang antusias dan keterbukaan pikiran. Seringkali kita diberitahu apa yang harus dipikirkan. Tapi belajar bagaimana berpikir (sebagai lawan belajar apa yang harus dipikirkan) adalah perasaan emansipasi sejati dari kendala indoktrinasi yang begitu umum di masyarakat kita. ” dikutip dari Rolling Stone (20/10)

Barangkali “Emancipation of the Mind” bakal jadi lagu yang langka mengingat Bad Religion sangat jarang sekali membuat lagu-lagu semacam pujian ataupun sebentuk harapan. Ya, seperti kita ketahui Bad Religion adalah unit yang diisi oleh para personil yang selalu kritis, terlebih sang vokalis, Geg Graffin. Dan, meski pun masa depan terlihat lebih cerah dengan presiden dan wakil presiden baru yang menjabat di Amerika, namun tentu saja Bad Religion tidak akan pernah kehabisan inspirasi untuk membuat lirik yang penuh kritik.

Oh ya, Bad Religion juga telah berumur 40 tahun di 2020 kemarin. Untuk merayakan usia 4 dekade tersebut, secara khusus mereka membuat sebuah otobiografi terbaru yang berjudul “Do What You Want: The Story of Bad Religion” yang dirilis pada 18 Agustus lalu melalui Hachette Books. Buku ini sendiri mereka kerjakan bersama seorang jurnalis musik bernama Jim Ruland, “Do What You Want: The Story of Bad Religion” akan memuat ragam cerita mengenai pasang surutnya karir mereka selama 40 tahun, bagaimana band ini dibentuk di masa remaja mereka di sebuah garasi di sebuah kota di lembah San Fernando, yang mereka juluki sebagai “lubang neraka” dan akhirnya band tersebut menjadi legenda hingga saat ini. Buku ini menghadirkan banyak narasi tulisan dari Greg Graffin, Brett Gurewitz, Jay Bentley dan Brian Baker yang menceritakan sejarah band mereka dalam “format sejarah / naratif lisan,” dan juga memuat banyak foto-foto langka, materi arsip dan wawancara baru dengan mantan anggota dan teman-teman sejawat mereka.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Debut Kathmandu Dalam Kancah Musik Indonesia

Musisi duo terbaru di Indonesia telah lahir. Penyanyi bernama Basil Sini bersama seorang produser sekaligus multi-instrumentalist bernama Marco Hafiedz membentuk duo bernama KATHMANDU. Dengan genre Pop-Rock, KATHMANDU menyapa penikmat musik...

Keep Reading

Sisi Organik Scaller Dalam "Noises & Clarity"

Kabar baik datang dari Scaller yang baru saja merilis live session (8/7/23) yang kemudian diberi tajuk “Noises & Clarity”. Dalam video ini, grup musik asal Jakarta tersebut tampil membawakan 5...

Keep Reading

Single Ketiga Eleanor Whisper Menggunakan Bahasa Prancis

Grup Eleanor Whisper asal kota Medan yang telah hijrah ke Jakarta sejak 2019 ini resmi merilis single ke-3 yang diberi tajuk “Pour Moi”. Trio Ferri (Vocal/ Guitar), Dennisa (Vocals) &...

Keep Reading

Sajian Spektakuler KIG Live!

Umumkan kehadirannya sebagai pemain baru pada industri konser musik Indonesia, KIG LIVE yang merupakan bagian dari One Hundred Percent (OHP) Group menggelar acara peluncuran resmi yang juga menampilkan diskusi menarik...

Keep Reading