Konser perdana Bon Iver di Indonesia yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan pada tanggal 19 Januari 2020 masih menyisakan kesan di benak para penontonnya. Set Bon Iver yang diisi oleh 22 lagu tersebut, rupanya mampu menyajikan suatu perjalanan penuh momen-momen khidmat, sendu, dan menggugah.

Tepat pukul 20:00 WIB, riuh penonton menggema saat lagu “iMi” dari album terbaru proyek musik milik Justin Vernon tersebut, i,i, membuka pertunjukannya. Walaupun setlist semalam didominasi oleh lagu-lagu dari album i,i yang mendapatkan 4 nominasi di ajang Grammy Awards 2020, lagu-lagu dari 3 album studio dan 1 EP Bon Iver sebelumnya turut dibawakan.

Justin Vernon, dengan didampingi oleh 5 personel multi-instrumentalis yaitu Sean Carey (drum, keyboard, vokal), Matthew McCaughan (drum, vokal), Michael Lewis (bass, saxophone, keyboard, vokal), Andrew Fitzpatrick (gitar, keyboard, vokal), dan Jenn Wasner (gitar, vokal), berhasil menciptakan sebuah setlist yang kohesif.

Musikalitas Justin Vernon dan bandnya ditampilkan dengan apik dalam momen-momen megah nan membahana yang disertai efek dan distorsi vokal Vernon, maupun di saat-saat Vernon hanya ditemani oleh gitarnya dan performa vokal yang murni, bebas dari efek apapun saat ia membawakan Woods dan Skinny Love.

Kemegahan pun sangat terasa saat lagu “Lump Sum” dari album For Emma, Forever Ago dimainkan diantara 3 lagu pembuka dari i,i (iMi, We, Holyfields). 2 lagu dari album paling eksperimental Bon Iver yaitu 22 A Million (666 ?, 715-CREEKS) pun dibawakan pada awal set.

Di tengah setnya, Justin Vernon mengajak para penonton yang hadir untuk melawan ketidaksetaraan gender melalui kampanye 2 A Billion yang bekerja sama dengan organisasi Hollaback! Jakarta untuk konser Bon Iver di Indonesia.

“Kami bekerja sama dengan Hollaback! Jakarta untuk menurunkan angka kekerasan seksual di Indonesia. Kita semua membutuhkannya, maka tolong dukung mereka. Banyak orang di luar sana terluka dan menderita karena ulah manusia lainnya,” ungkap Justin Vernon. “Kami mengasosiasikan diri kami dengan misi yang Hollaback! Jakarta usung,” lanjut Vernon.

Momen paling ditunggu-tunggu penonton hadir saat “Holocene” dibawakan dan berhasil membuat semua penonton larut dalam nuansa khidmat yang tercipta sebelum akhirnya dilanjutkan oleh lagu “Sh’Diah” dan “Naeem”.

Lagu “Perth” dan “Salem”, mengisi bagian encore konser Bon Iver yang kemudian diakhiri dengan penampilan solo Justin Vernon yang membawakan lagu “Re:stacks” dengan indah. Senyuman-senyuman bahagia serta mata-mata sembab menghiasi wajah-wajah penonton saat lampu Tennis Indoor Senayan menyala tanda konser telah berakhir.

Leburan emosi yang bersatu padu dirasakan oleh semua pendengar Bon Iver yang hadir semalam, terlepas dari seberapa lama mereka telah mengikuti perjalanan Justin Vernon berkarya. Seraya penonton keluar dari tempat acara, mereka pun perlahan turut keluar dari ruang emosi yang diciptakan oleh Bon Iver selama hampir 2 jam.

Namun, satu hal yang pasti; apapun perasaan yang terasosiasikan dengan suatu masa atau pengalaman tertentu yang hadir di benak semua penonton selama konser berlangsung akan selalu diingat untuk waktu yang sangat lama.

Visual: Arsip High Iso