Kerinduan dan Nyanyian Malam Madame & Toean dalam Lagu Terbarunya

Unit gypsy-jazz asal Kota Bandung, Madame & Toean, telah merilis single terbarunya yang berjudul “Chanson de Nuit”. Perilisan lagu dari grup yang beranggotakan Rahma Sekar Savitri (vokal), Taufik Hidayat (gitar), Charly Septriana (gitar), Ilham Septia (kontrabas), Mega Ariani (selo) dan Indira E. Hartanto (biola) ini merupakan langkah lanjutan pasca mereka mengenalkan debut “Bonjour” pada tahun 2018 dan disusul oleh lagu lain dengan judul “L’arc en Ciel” dan “Paris de Java” pada tahun 2020.

Lagu “Chanson de Nuit” dalam hematnya membawa cerita tentang kerinduan seseorang kepada sosok yang menghilang dalam hidupnya. Sementara “Chanson de Nuit” sendiri memiliki arti harfiah; nyanyian malam. Lagu ini ditulis oleh vokalis, Rahma Sekar Savitri. Ia merangkai lirik dengan rajutan dua pendekatan penulisan bahasa, yakni bahasa Prancis dan Bahasa Indonesia.

“Emosi cerita dan musikal yang dibangun dari awal hingga pertengahan lagu merupakan emosi kesedihan. Kemudian, pada saat interlude terdengar lebih riang. Dalam hal ini merupakan gambaran emosi saat seseorang mengenang kembali memori-memori indah. Setelah itu dinamika musik berkembang ke emosi yang campur aduk antara kesedihan dan kenangan. Lalu, pada akhir lagu, musik kembali menjadi sepi sebagai gambaran penerimaan dan upaya melepaskan,” terang Rahma Sekar Savitri dalam siar pers.

Sedangkan Mega Ariani berujar bahwa lagu ini merupakan implementasi dari suasana sepi malam hari dengan taburan rasa rindu yang mendalam. “Merujuk pada judul dan tema cerita, Madame & Toean ingin menghadirkan nuansa sepi malam hari yang dipenuhi rasa rindu melalui lirik, melodi, dan harmoni. “Chanson de Nuit” merupakan gambaran dari perjalanan emosi dari seseorang yang telah kehilangan sosok berharga di hidupnya,” ungkapnya dalam keterangan yang sama.

Kesenduan cerita yang dibangun ini lantas ditimpali dengan nuansa bebunyian musik balada sendu. Keragaman palet musik bergaya gypsy Jazz ’40-an tetap menjadi pijakan. Namun, kali ini lebih dikembangkan bersamaan dengan alur musikal yang magis, terkudap juga suasana nada-nada memilukan. Palet-palet yang dipilih menjadi sajian ini membuat lagu “Chanson de Nuit” terdengar bersahaja dan tentu saja syarat makna dengan berbagai sensasi emosi penyejuk hati.

“Chanson de Nuit” sendiri mulai digubah pada pertengahan tahun 2017 oleh Rahma Sekar Savitri yang juga berperan menciptakan melodi lagunya. Setelah melalui proses penciptaan dan aransemen yang cukup panjang akhirnya lagu ini berhasil dirampungkan pada awal tahun 2018. Untuk proses rekamannya sendiri baru dilaksanakan satu tahun kemudian yaitu di tahun 2019 bertempat di Studio 8, Bandung dengan proses pemolesan akhir audio (mixing dan mastering) oleh Billy Ramdhani dari CLM Studio.

Lagu “Chanson de Nuit” turut pula dibarengi oleh ilustrasi pendamping lagu. Madame & Toean menunjuk seniman muda asal Bandung bernama Al Zeinuar Tresno (@la_bounce) untuk menggambarkan makna dari lagu secara menyeluruh. Tekstur yang digambarkan Al menampilkan sesuatu yang mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam dengan goresan-goresan kesedihan yang pekat namun memikat di saat yang bersamaan.

Visual: Arsip dari Madame & Toean

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading