Kenangan Playstation 1 Bersama Dispencer

Dispencer telah mengeluarkan single bertajuk “Long Gasoline”, nomor instrumental terbaru mereka. Menariknya, unit grunge asal Medan ini mengeluarkan visual yang tidak biasa dalam klip videonya. Dengan konsep gim-gim shoot ’em up dari Playstation generasi pertama, Dispencer menghadirkan pertarungan antargalaksi pesawat ulang alik dengan musuh-musuh berbagai bentuk. Tiga pesawat ulang alik yang menjadi protagonis ditunggi karakter macam Power Ranger yang mewakilkan setiap personel, Akbar Febrian  (drum), Yusuf Habibi (gitar, vokal), Sutant Thorik Aziz (bas).

Tujuan mereka adalah menghancurkan sesosok kapal perang penjahat luar angkasa bernama Mr. Party. Sebelumnya, mereka harus melalui rintangan yang tidak bisa dibilang susah, di antaranya mengetes peluru dan melawan bos pertama bernama Boss Pink yang begitu cute. Mereka menang dengan mudah melawan Boss Pink karena musuh itu ternyata meledak sendiri.

“Iya… animatornya malas… kasian… deadline-nya banyak,” tutur si Galon Ranger kuning dengan bubble box macam Final Fantasy 7.

Setelah itu, bertemulah mereka dengan Mr. Party yang bentuknya terlalu cabul untuk dideskripsikan. Dengan jurus macam formasi tiga galon hingga kame kame haa, para Galon Ranger pun berhasil mengalahkan Mr. Party.

Tema gim Playstation 1 ini konsisten mereka bawa dari visual sampul hingga klip mereka. Bahkan mereka menggunakan permainan font di logo Playstation untuk diterapkan di logo band. Tiga pesawat warna-warni melawan Mr. Party merupakan gambaran para personel Dispencer.

“Gambar tiga pesawat luar angkasa yang mewaliki ketiga personil dari Dispencer yang sedang bertempur untuk memperjuangkan karyanya,” tulis mereka dalam keterangan pers.

Biarpun mengaku mengambil inspirasi visual dari sampul di gim Space Shooter di Playstation, ternyata mereka mengambil inspirasi musik jauh dari era konsol tersebut. Scoring Star Trek (1966) dan Planet of The Apes (1968) menjadi inspirasi utama. Namun, Dispencer mengemas musik tersebut dengan rok alternatif 1990-an khas mereka, unsur Playstation akhirnya relevan dengan era ini. Selain itu, kesengajaan mereka menjadikan lagu ini instrumental menjadikan “Long Gasoline” terdengar lebih postrock

Sebelumnya, trio yang dibentuk sejak 2012 dan sempat bongkar pasang personel ini sempat merilis album La Lebay sebagai lagu pengiring film independen Medan dengan judul yang sama pada 2016.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Dispencer

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading