Kemuraman yang Dingin dari COLDVVAVE

COLDVVAVE adalah sebuah proyek musik kolaboratif yang dibentuk di Yogyakarta sejak tahun 2014 lalu. Awal terbentuknya yaitu saat dirilinya split album antara Jurumeva dan To Die, yang tergabung di Jogja Noise Bombing. Yogi Obluda (Jurumeya) dan Indra Menus (To Die) merilis split album tersebut secara digital pada tahun 2012. Setelah momentum itu keduanya pun memutuskan untuk melanjutkan kolaborasi dengan membentuk Coldvvave.

Dikenal luas sebagai penggiat dalam ranah noise, Yogi dan Menus di proyek ini menunjukkan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan mereka. Musik yang mereka mainkan banyak terkoneksi dengan corak minimalis dari genre musik cold wave yang berada dalam satu spektrum musik dengan dark wave. Musik mesin yang cenderung monoton dengan penekanan pada sound bass dan drum machine serta vokal gelap mengawang laksana berada di dalam gua. Duo ini menggambarkan komposisi musik mereka sebagai cold sounds from tropical islands.

 

Tercatat, mereka sempat merilis sebuah single diberi judul “Cold Heart” pada Oktober 2014 silam. Namun sayangnya, selepas dari perilisan single perdana ini, Yogi memutuskan untuk hijrah ke daerah lain, dan hanya menyisakan Menus dalam setiap penampilan di beberapa rangkaian gigs dan tur.Lalu, tahun demi tahun berlalu hingga pada  Maret 2020 kemarin, Menus berhasil menyelesaikan satu lagu yang berjudul “As Always” dari banyak materi mentah yang sempat telah dipersiapkan oleh Yogi. Menus merekam bagian vokalnya di Green House Cosmic oleh Yudha B. Nugraha yang juga mengerjakan proses mixing dan mastering.

Menyusul single yang baru dilepas ini, kedua lagu COLDVVAVE yaitu single instrumental “Cold Heart” dan termasuk “As Always” akan dirilis ulang dalam bentuk self titled EP di layanan musik digital Spotify dan Apple Music pada 5 Juni 2020 mendatang.

 

 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari COLDVVAVE

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading