Kemuraman Selanjutnya dari Pullo

Apa yang pertama terlintas di benak kalian ketika mendengar kata ‘post-punk’? Kesuraman kah? Kematian Ian Curtis? Atau betapa berpengaruhnya kehadiran Siouxsie and the Banshees?  Tentu pasti banyak ingatan tentang identitas musik yang satu ini. Gelombang post-punk nyatanya masih bertahan hingga hari ini, setidaknya masih banyak kelompok musisi yang memproklamirkan dirinya sebagai pengusung post-punk. Di Indonesia sendiri salah satunya adalah Pullo. Baru-baru ini (20/1) unit asal Medan yang beranggotakan Rally Jachmoon (vokalis), Gavin Siregar (drummer), Faiz Fadhillah (gitar) dan Ranggi Ramadhan (bass) ini telah memberi kabar ihwal pelepasan karya teranyarnya yang bertajuk “Astle Rune”, sebuah trek penuh pekat kemuraman.

Lagu tunggal ini berakar pada salah satu kisah klasik paling naas yang pernah diceritakan, adalah kematian seoang pasangan. Melarutkan tragedi ke dalam tema penting mereka tentang sisi suram sifat manusia, lagu tersebut menggambarkan kesedihan dan kehancuran yaitu kefanaan. Seperti biasanya, dalam materinya terbarunya ini Pullo menghadirkan suara vokal yang flamboyan, bisikan dan cekikikan yang acak, suasana yang suram, dan ketukan yang konstan namun dinamis, mereka secara jelas menangkap sisi gelap kehidupan dalam kodrat manusia yang dibalut oleh kesan era 80-an ke dalam materi dan aksi live mereka.

Bersamaan dengan lagu aslinya, Pullo juga telah merilis versi remix oleh dua kolaborator. Pullo mengajak Aditya Permana, musisi dan DJ asal Jakarta yang dikenal membawakan suara eksperimental ke klub, dan Sunmantra, unit elektronik langsung dari Jakarta yang suaranya berpusat pada pertunjukan dan getaran untuk menafsirkan ulang lagu tersebut ke versi mereka sendiri. Kedua kolaborator ini menawarkan materi musik kepada pendengar untuk menyelami dimensi yang berbeda namun asosiasi serupa dari lagu tersebut; spiral kegelapan, kesuraman dan muram.

Tak lantas serupa, dua kolaborator ini me-remix “Astle Rune” dengan gaya dan nuansanya masing-masing. Semisal pada remix hasil ramuan Aditya Permana, “Astle Rune” di sana terasa lebih gemerlapan ketimbang lagu aslinya, kaya akan ragam bebunyian tekno. Sedangkan hasil remix dari Sunmantra “Astle Rune” terasa lebih gelap diselubungi dengan warna musik industrial yang makin berat kelabakan. Pullo cukup cerdas sudah  melibatkan dua kolaborator untuk me-remix lagunya ini, di mana pendengar telah disajikan sudut pandang alternatif dengan segala pamaknaannya sendiri-sendiri.

Lagu tunggal “Astle Rune” bersama dengan dua nomor hasil remixnya kini sudah dirilis secara eksklusif di gerai musik digital The Store Front. Jika tertarik, kalian bisa langsung menyambangi tokonya di sini.

Berbicara tentang Medan, di tanggal 18 Desember 2020 lalu beberapa band di kota tersebut telah bergabung untuk merilis sebuah kompilasi bertajuk “Arsip Sinar Pagi”. Beberapa karya dari kelompok musisi terangkum apik di sana. Setidaknya ada 10 band yang bersarang dalam kompilasi tersebut, diantaranya MTAW, Suarasama, Beetleflux, No One Cares, Moongazing & Her, The Cangis, Kognes Park, Hello Benji and The Cobra, Pullo dan terakhir Korine Conception. Album kompilasi berisi 10 trek dari band independen yang tersebar di kota Medan ini sudah dirilis dalam format kaset oleh Gabe Gabe Tapes, sedangkan untuk rilisan digitalnya sudah  tersedia di toko musik digital The Store Front dan Bandcamp.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Pesona Experience

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Adaptasi Kehidupan Digital di Koleksi Terbaru Monstore

Jenama pakaian dan gaya hidup Monstore mengumumkan koleksi terbaru mereka dengan nama “New Fictional Temptation”. Koleksi ini diluncurkan sebagai rilisan ‘solo’; non-kolaborasi dari Monstore setelah berbulan-bulan lebih fokus bekerja sama...

Keep Reading