Kembali Berkeliling dengan Stand A Chance Tour

Membangun jaringan dan kemudian menghasilkan karya bersama-sama adalah hal yang sering dikerjakan oleh Siasat Partikelir. Prinsip dasar ini coba diterapkan dengan simultan di dalam setiap pergerakan kami.

Salah satunya, lewat program Siasat Trafficking, kami membawa dan menyebarkan karya milik orang Indonesia ke luar batas kota atau negara. Supaya karya tersebut bisa bersuara pada lebih banyak orang dan bisa diakses seluas mungkin oleh publik.

Di kesempatan pertama di 2019, program ini bergulir kembali. Dhira Bongs, pada saat tulisan ini diproduksi, sedang menjalani tur ke SXSW 2019 di Austin, Amerika Serikat. Ia jadi yang pertama tahun ini. Lalu selanjutnya, kami akan membawa beberapa nama baru dan segar di industri musik tanah air untuk berkeliling ke sejumlah kota.

Secara simultan, Stand a Chance Tour, akan mengunjungi Pulau Sumatera dan Jawa di total sebelas kota. Akan ada enam kelompok seniman musik dan visual yang beraksi.

Karena berkeliling, ada kesempatan terbuka untuk seniman dalam lini kreatif apapun untuk ikut serta di rangkaian ini. Ada peluang untuk bersama-sama melaksanakan prinsip berjejaring dan menyebarluaskan karya. Selain musik dan visual, rangkaian tur ini juga akan menampilkan serangkaian diskusi publik, pemutaran dokumentasi tur sebelumnya dan beberapa hal lainnya.

Ayo ikut serta. Kita membangun jaringan yang lebih luas bersama-sama. Silakan klik dua banner di bawah ini untuk lebih jelasnya. Kami juga membutuhkan volunteer untuk membantu berlangsungnya acara nanti. (*)

 

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Aset Siasat Partikelir

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading