Kejutan Koil di Akhir Tahun

Sebelumnya, banyak rumor beredar tentang pelbagai keganjilan yang terjadi pada Koil. Banyak cerita mistis tersebar ihwal album Koil yang tak kunjung juga selesai. Perkaranya adalah semua materi lagu baru yang sudah direkam tiba-tiba hilang, konon penyebabnya adalah gangguan hal diluar nalar, alias santet . Namun terlepas dari itu semua, jika menunggu album baru Koil dirasa sudah terlalu lama, maka kali ini Koil menghadirkan album teranyarnya. Meskipun tidak semua trek di album ini baru, namun kehadiran “First Instalment” tentu dapat menjadi penawar untuk menuntaskan kerinduan kalian kepada Koil.

Ya, baru-baru ini kuartet yang solid di isi oleh JA Verdijantoro aka Otong (vokal), Donnijantoro (gitar), FX Adam (bas), dan Leon Ray Legoh (drum) ini  mengumumkan perilisan album terbarunya dalam format cakram padat (CD) yang diberi tajuk “First Installment” dengan melibatkan Warkop Musik dan Fast Record sebagai pihak perilis. Sejatinya album ini hanya menghadirkan dua nomor lagu baru. Di trek pertama lagu berjudul ‘Pecandu Narkhotbah’ dan lagu kedua bertajuk ‘Sorak Bergembira’. Sementara sisanya menghadirkan materi lama dengan balutan musik yang lebih segar, dan uniknya materi lama ini tidak dibawakan langsung oleh Koil melainkan dimainkan oleh generasi yang lebih muda dengan nuansa yang lebih segar.

Secara garis besar, kedua lagu baru yang dihadirkan Koil merupakan akumulasi dari kegelisahan atas fenomena yang kini terjadi. Semisal dalam nomor ‘Pecandu Narkhotbah’, Koil dengan eksplisit menyentil fenomena kesalehan sosial. Sementara pada “Sorak Bergembira”, Koil seperti menyinggung sifat dengki lewat frasa “Dan dalam penderitaannya, kita bersorak gembira”. Dibubuhi dengan bagian menggelitik pada bridge: “riweuh sia kehed, wayah kieu ulin santet”. Lagu ini juga makin serampangan dengan sampling yang Koil sertakan. Mulai dari spoken orang marah-marah hingga potongan lagu “Ya Mustafa” dari film Warkop DKI di bagian akhir lagu.

Sedangkan trek “Aku Lupa Aku Luka” di album ini dibawakan oleh kuartet Cosmowanda dengan aransemen yang lebih punya atmosfer hard rock. Sedangkan dua trek lain “Nyanyikan Lagu Perang” dan “Sistem Kepemilikan” dikerjakan oleh Genesida, nama ego Al Azhtraal yang tak lain adalah putra Otong. Ia meramu ke-2 nomor tersebut  menjadi lebih melodius sehingga kental dengan corak alternative rock 90-an.

Pada “Sistem Kepemilikan”, aransemen dibuat lebih unik lagi dengan permainan gitar akustik dan sampling di akhir lagu yang diambil dari potongan film hingga pembacaan novel erotis “Sepanas Bara” karya Enny Arrow. Sampling yang diambil seolah jadi fragmen dari lirik cinta di lagu tersebut. Lagu ini lantas ditutup dengan lantunan bait pertama lagu “Janji” milik kelompok pop 80-an Niagara. Sementara dua karya daur ulang lain dipilih “Semoga Kau Sembuh” serta “Dan Cinta Kita Terlupakan”. Dua lagu ini dimainkan dalam versi lebih syahdu dan gelap jika dibanding versi aslinya.

Tak cukup di sana, kejutan lainpun Koil berikan di album ini. Pasalnya mereka juga menyisipkan re-interpretasi atas empat lagu dari empat band yang nampaknya memberi pengaruh besar pada Koil. Empat lagu tersebut adalah “1979” yang dipopulerkan oleh Smashing Pumpkins, “Interstate Love Song” yang dipopulerkan oleh Stone Temple Pilot, “Closer’ yang dipopulerkan oleh Nine Inch Nails, hingga karya trio dreampop Skotlandia, Cocteau Twins, “Rilkean Heart”

Berdasarkan siaran pers yang kami terima, Otong menuturkan “First Installment” adalah pelepasan rasa frustasi mereka atas rencana album baru yang tak kunjung terlaksana. Bukan kali ini saja Koil berupaya merampungkan album barunya. Lepas “Blacklight”, Koil sempat merekam beberapa materi baru. Sayang materi ini hilang. Ibarat kena tulah, beberapa upaya lain terkait album pun kandas di tengah jalan.  Lantas ketika dua demo baru berhasil mereka rekam September 2020 lalu, Koil memilih bergerak cepat. Merilisnya dalam bentuk fisik dengan menggabungkan dua materi baru tadi bersama beberapa rekaman lama yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Warkop Musik/Koil

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading