Keindahan Alam di Konser Virtual Thyga

Di dunia ini, siapa sih yang tidak pernah dihinggapi oleh masalah. Mau itu kaya, miskin, presiden, sampai pemulung, semua memiliki permasalahannya sendiri di dalam berkehidupan. Semua masalah yang sudah ada membebani hidup, di tahun ini semakin bertambah lagi dengan adanya pandemi yang diakibatkan oleh virus Covid-19. Dan yang paling menjengkelkan lagi adalah, berita perihal virus ini tidak juga hilang dari muka bumi hingga hari ini, di penutupan tahun 2020. Semua lini saat ini sedang terpuruk dan banyak dari mereka yang memutuskan untuk lebih semangat menghadapi tantangan yang ada, dengan sebuah inovasi baru. Di musik apalagi, semua jenis pertunjukan musik yang mengundang kerumunan orang banyak sampai sekarang masih belum bisa digelar di negeri ini. Untungnya kita hidup di tengah teknologi yang sangat canggih, tak bisa konser luring, konser daring atau virtual adalah jawabannya. Setidaknya, bentukan ini bisa mengobati rasa rindu kita akan penampilan dari para musisi idola.

Inovasi seperti ini ramai digunakan oleh banyak musisi di tiap sudut dunia. Di Indonesia apalagi, hampir tiap hari kita bisa melihat ragam bentuk konser virtual. Salah satu yang akan segera menggelar konsernya sendiri adalah Thyga yang berasal dari Nganjuk. Membawa nama “Thyga Alam”, konser ini dibuat sebagai bukti bahwa mereka tetap produktif di tengah kondisi sekarang. Proses produksi dari konser virtual ini sendiri tentu saja sudah sesuai protokol kesehatan yang berlaku, dan yang menarik dari pertunjukan ini adalah lokasi dari tempat syutingnya. Konser ini diselenggarakan di sebuah tempat wisata bernama “Bukit Surga”, terletak di desa Bareng, Kecamantan Sawahan, Kabupatan Nganjuk, Jawa timur. 

Kenapa nama konser ini juga memasukkan nama band mereka adalah karena arti dari Thyga bisa dimaknai sebagai manusia. Dengan ditambahkan kata alam, makna yang ada tentu saja menjadi lebih luas lagi. Mereka menginginkan agar kita semua (manusia) selalu mengingat tentang alam, menjaga serta merawat apa yang ada, dan jangan merusak/mengeksploitasi secara rakus. Sebab, manusia sangat butuh banyak hal yang dihasilkan oleh alam. Bila kita sebagai manusia bisa menjaga alam dengan sangat baik, maka akan hadir sebuah energi positif yang saling berkaitan. Konsep konser ini mencoba lebih dekat dengan alam, dan berkontribusi kepada wisata daerah yang juga terdampak Covid-19. Tanpa mengurangi estetika konser, penonton bakal disuguhkan pemandangan keindahan alam dan sebuah pertunjukan. Seolah-olah kita sedang menikmati konser sesungguhnya.

“Konser vitual ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dari teman-teman. Wamaa production sebagai videographer dan Mizan Zami sebagai sound enginer.” Terang mereka. 

Selain itu, hal menarik lainnya yang akan mereka suguhkan adalah beberapa materi baru yang belum pernah dirilis sebelumnya. Materi-materi yang ada tersebut antara lain berjudul “Rantai” dan “Etika”. Di konser ini pula mereka akan mulai menapaki jalan baru untuk menuju ke album berikutnya, yang menurut rencana akan dirilis di tahun depan. Yang menambah kesan spesial dari konser virtual ini adalah lokasi dari tempat syutingnya yang dilakukan di alam terbuka. Tentu saja tantangan yang ada sangat jauh berbeda bila dilakukan di ruangan tertutup, cuaca dan akses yang tidak mudah adalah dua hal yang telah mereka lewati dengan mulus

“Gerakan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat baru terhadap semua aspek yang terdampak akibat pandemi ini, khususnya para pekerja seni dan pariwisata di wilayah Kabupaten Nganjuk. Konser virtual ini akan tayang di kanal YouTube Thyga Official pada 19 Desember, pukul 16:00. Secara live dan gratis, jangan lupa nonton ya.” Tutup mereka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Thyga

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading