Kehangatan Rumah Dalam Karya Terbaru Pusakata

Masih begitu terasa hangatnya Pusakata menyapa kita semua lewat nada-nada yang ia buat untuk album “Dua Buku” pada tahun 2019 lalu. Sekian waktu berjalan, kini Pusakata (moniker dari Mohammad Istiqamah Djamad) kembali melanjutkan perjalanannya untuk mengarungi Mesin Waktu 2020.  Bahan bakar pertamanya adalah sebuah single bertajuk ‘Doa Pagi Ini’yang baru saja ia rilis. Lagu ini pula merupakan jalan pembuka Pusakata menuju perilisan album ke-2 nya yang bertajuk Mesin Waktu 2020.

Seperti biasa, Pusakata kerap menempatkan sebuah peristiwa sederhana ke dalam lirik yang cukup menyentuh. Secara garis besar lagu ini menampilkan tiga unsur yang begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yakni Rumah, Doa, dan Sepatu. Berbicara tentang rumah, Pusakata berupaya untuk merekam segala bentuk emosi dan peristiwa di dalamnya, seperti halnya doa-doa baik yang kerap diberikan oleh orang seisi rumah, namun kadang kita lupa bersyukur dan meninggalkan segala kebaikan itu demi mengejar mimpi yang justru mengantarkan kita jauh dari kebersahajaan.

Lewat lagu tunggalnya ini pun ia mencurahkan segala harapannya ke dalam unsur Doa. Doa merupakan harapan yang berisi tentang keinginan untuk mencari kehidupan yang tenang. Sebuah pencapaian tertinggi dari perjuangan itu sendiri yaitu mencari bahagia dalam hidup dan segala kehidupan.

“Ayah, ibu, kakek, nenek dan anak yang menjadi dinding dan atap teduhan batin yang selalu membawa berkah, sungguh menjadi inspirasi utama dalam diriku”  tulis Pusakata dalam siaran  persnya.

Melalui metafora sepatu, Pusakata memberi gambaran kecil dari mimpi seorang anak manusia. Gambaran ini pun terinspirasi dari anak-anak pedalaman di timur Indonesia, di mana meskipun harus menempuh jarak yang jauh dengan alas kaki sederhana atau tanpa alas kaki sama sekali namun mereka tetap senang dan bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Ketiga unsur dalam lagu ini merangkum rasa syukur  yang mendalam bagi Pusakata, karena pernah dan masih memiliki kesempatan untuk melewati momen dan tempat-tempat itu hingga kini.

“Semoga karya ini mejadi  sebuah doa yang manis dan penuh berkah bagi kalian semua, yang tetap sabar dan setia mendengarkan karya-karyaku” harap Pusakata.

Di wilayah produksi, lagu yang ditulis oleh Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is ini diproduseri oleh dirinya sendiri. Sedangkan untuk proses mixing dikerjakan oleh Daniel Samarkand. Selain berada di balik proses mixing Daniel pun dipercaya sebagai sound engineer bersama rekannya Abdul Chaliq DP dan mastering diselesaikan oleh Sage Audio, Nashville, Amerika Serikat. Lagu ini pula direkam di dua tempat berbeda, yakni direkam di kamar hotel ketika Pusakata sedang dalam perjalanan dan disempurnakan di Rucs Record, Makassar. Sementara di wilayah instrumen, Pusakata dibantu oleh Bintang Indrianto pada bas dan Enrico Octaviano pada drum. Sedangkan artwork dikerjakan oleh Garis Edelweiss.

Teks: Dicki Lukmana

Visual: Arsip dari Pusakata

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading