Keberagaman dari The Fox and The Thieves

Lama tak terdengar di kancah musik Indonesia, kini The Fox and The Thieves kembali dengan kabar segar dengan merilis debut album penuh mereka ke khalayak. Nama dari debut album ini adalah “Hyperdiversity”, perilisannya pun telah dilakukan pada 6 Maret kemarin. Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi mereka untuk merampungkan album ini. Di mana semua proses penggarapannya dilakukan di sebuah studia yang bernama Red Musik Studio.
Di album perdananya ini, The Fox and The Thieves menerapkan “Keberagaman” dalam menggarap setiap materi yang ada pada album ini. Secara langsung, mereka diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi segala kemungkinan yang ada untuk dimasukkan ke dalam setiap materi yang ada. Alasannya adalah agar para personil dapat merasakan setiap karakter yang mereka miliki di setiap lagu nantinya, namun tetap menjadi satu kesatuan di dalam sebuah proses dan karya yang mereka hasilkan.
Keberagaman juga tidak hanya dilakukan pada proses berkaryanya saja, lebih dari itu, mereka juga memaknai arti keberagaman sebagai elemen penting yang harus ada di dalam album “Hyperdiversity” ini. Bagi mereka, bermain musik adalah tentang sesuatu yang harus dijalankan cara terus menerus dan juga selalu menjelajahi berbagai macam kemungkinan baru dari setiap perjalanan bermusik itu sendiri.

“Hyperdiversity” merupakan karya yang dihasilkan oleh frekuensi yang berbeda-beda, mencari kesatuan tanpa harus dipaksakan, mencari keindahan di keberagaman. Membuktikan bahwa perbedaan dapat disanjung dan menghasilkan sebuah karya besar hingga dapat disampaikan melalui musik. “Manipulators March, Precious, dan Vertical Locomotive” adalah ketiga single yang sudah dirilis pada tanggal 20 Januari 2020 lalu di kanal-kanal streaming, ketiga single tersebut merupakan cerminan dari album “Hyperdiversity”. Dapat disimpulkan bahwa album “Hyperdiversity” adalah bentuk proses dalam berkarya yang tanpa disadari keberagamaan itu merupakan sesuatu hal dinamis dan menakjubkan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari The Fox and The Thieves

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading