Kancah musik di Indonesia memang sangat gegap gempita. Jumlah band/musisi yang ada pun sangat banyak dan teroganisir. Tak terkecuali dengan para penggiat Punk atau Hardcore/Punk. Banyak nama yang telah malang melintang di dunia ini, yang baru juga tak mau kalah untuk memberikan karya terbaik yang mereka miliki. Apalagi bila kita membicarakan tentang geliat musik yang ada di Bandung, tak akan ada habisnya.

Kancah musik Bandung besar dengan subkultur bawah tanah yang membawa ragam musik seperti metal, hardcore, grindcore, thrash, dan punk. Mereka selalu hadir mengisi berbagai macam acara baik yang berskala besar ataupun kecil, dari perusahaan ataupun kolektif. Jumlah perilisannya pun bisa dibilang sangat banyak di setiap bulannya. Suatu hal yang wajar bila terlebih dahulu band/musisi ini merilis karya mereka di berbagai platform digital yang berguna untuk menyebarkan karya mereka, selain manggung tentunya.

Kali ini, ada satu yang baru hadir dari Bandung. Mereka adalah Maio. Dibentuk pada pertengahan tahun 2019, Maio yang memainkan musik Hardcore/Punk ini terdiri dari Aziz (Vokal), Martin (Gitar), Kikim (Bass), Abuy (Gitar), Wisong (Drum). Memadukan riff-riff gitar ala 80’s punk dengan pukulan drum d-beat, bass yang overdrive dan vokal echo, Maio banyak terinspirasi dan dipengaruhi oleh band-band seperti OFF!, Inepsy, Motorhead, Torso, Lacherous Gaze hingga Disfear.

“Setelah berbulan-bulan mengisi gigs kolektif dan merampungkan beberapa materi. Kami akhirnya memutuskan untuk memasuki sesi recording di FunHouse studio dibantu oleh Edz sebagai operator. Salah satu materi yang digagas akan dirilis adalah “The Justice Trap”. Yang kemudian dimixing dan mastering oleh Alikbal Rustyad di The Pandora Labs.” Terang mereka.

Single “The Justice Trap” adalah sebuah terjemahan tentang perangkap kebenaran. Dalam lagu ini, kita akan dibawa ke dalam suasana yang mana menyuarakan kebenaran bukanlah suatu hal yang mudah di negara ini. Hal-hal benar yang ada akan sangat pasti dan jelas ditutupi oleh beberapa pihak demi memenuhi kepentingan mereka masing-masing, begitu juga media massa yang disokong oleh beberapa pihak turut menjadi sorotan kritis dari single ini.

Single ini disusun sedemikian rupa dengan berbagai eksplorasi suara yang tidak rumit, namun diharapkan memberikan pengalaman dan energi yang berbeda bila didengarkan. Single ini telah hadir di salah satu platform digital yaitu Bandcamp pada tanggal 24 Maret kemarin. Mari kita dengarkan sembari melakukan aktivitas di rumah.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Maio