Kazzmir Tutup Tahun dengan Mini Album Baru

Tak terasa ya kita sudah memasuki bulan November, yang berarti sebentar lagi tahun ini akan segera berakhir dan digantikan dengan tahun yang baru. Ngomong-ngomong seputar tahun ini, sepertinya tidak banyak hal menarik yang bisa dijadikan kenangan manis, kecuali pandemi ya, ini sih gak bakal dilupain oleh banyak orang di seluruh dunia. Gimana tidak, karena adanya virus Covid-19 ini, semua sektor industri menjadi terseok-seok. Apalagi musik, banyak jadwal tur, festival, pun dengan sangat terpaksa dibatalkan dari waktu yang sudah ditentukan. Yang paling fatal adalah, kemungkinan kita yang di Indonesia  tidak akan bisa menyaksikan perhelatan konser musik megah hingga tahun depan. Untungnya, para musisi masih mau mengeluarkan karya di tengah kondisi ini. Inovasi-invasi menakjubkan pun sering terlihat dari mereka. Sangat menyenangkan.

Perihal karya baru, salah satu band rock dari Yogyakarta yaitu Kazzmir, baru saja merilis album mini yang diberi judul “il•lic•it” pada tanggal 28 Oktober kemarin. Album mini ini sendiri adala fase terakhir dari beberapa single yang lebih dulu dilepas ke khalayak ramai, seperti “Infatuated”, “Sightless”, dan “Mr. Moodbreaker”. Dalam album mini tersebut, Kazzmir mencoba untuk mencurahkan berbagai macam “cerita hidup” yang dilengkapi dengan nuansa musik rock beragam warna dan juga bentuk. Selain itu, mereka juga memasukkan unsur-unsur musik berciri khas 90-an, agar rasa yang dihadirkan bisa memperkuat karakter dan penyampaian “isi” yang ada di album ini.

“Album ini bagi kami, layaknya sekumpulan keluh kesah serta rangkuman berbagai kegelisahan yang dirasakan, baik dari personil Kazzmir maupun orang-orang terdekat. Banyak yang terjadi selama proses berkarya, sampai jadi pemacu untuk merangkumnya ke dalam satu kesatuan yang utuh,” ungkap Ancal, gitaris dari Kazzmir.

Kemudian Rolf sang vokalis menambahkan, “Kazzmir nggak pernah kepikiran buat lagu yang konsepnya harus sama. Kita buat sesuai mood dan coba maksimalin potensi tiap lagu. Tapi setelah dicermati, lagu-lagu Kazzmir punya benang merah yang sama, yaitu cerita kehidupan manusia.”

Menilik sisi aransemen, Kazzmir mengemas penggarapan dengan matang. Tiap track album mini tersebut, menghadirkan pengalaman nostalgia pendengar musik sebelum pergantian milenium ke-2. Highlight album mini Kazzmir terletak pada track ketiga, lagu berjudul “Magic”. Lagu ini menjadi focus track, bercerita tentang manusia yang harusnya menjaga “keseimbangan” dalam kehidupan bermasyarakat. Adat istiadat seyogyanya dijaga, meski kemajuan teknologi dan arus globalisasi tidak bisa dihindari. Proses produksi album ini pun dilakukan di berbagai studio. Untuk proses mixing, lagu berjudul “Infatuated” dan “Magic” oleh Vicky Unggul. Sedangkan “Sightless” dan “Mr. Moodbreaker” mixing oleh Ardha Buzzbanditz. Adapula suguhan artwork dari Giri Graha, serta proses perilisan oleh Peringatan Records.

Setelah perilisan album mini tersebut, band yang terbentuk pada tahun 2016 dan beranggotakan Rolf (Vokal), Ancal (Gitar), Dio (Bass), Edo (Gitar) dan Iyan (Drummer)merencanakan peluncuran karya selanjutnya yang hingga saat ini masih dirahasiakan. Patut ditunggu nih, untuk sementara, silahkan nikmati suguhan “il•lic•it”  yang bisa diakses di bawah.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Kazzmir

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading