Karya Visual dari Utara Sulawesi oleh Ferdi Kaladu

Manado, salah satu kota eksotis yang ada di utara pulau Sulawesi ini menyimpan banyak sekali permata di dalamnya. Selain keindahan alam yang tak bisa dipungkiri lagi, bukan mainnya, industri kreatif di sana juga mulai berkembang pesat. Salah satunya datang dari lini seni visual. Mungkin bisa dihitung jari para perupa yang ada, namun karya yang mereka miliki bisa disandingkan dengan perupa-perupa yang ada di kota-kota lainnya. Adalah Ferdi salah satu penggiat lini ini. Dirinya telah berkecimpung lama dan juga pernah berkolaborasi bersama Rock In Celebes di perhelatannya pada tahun 2016 silam. Dalam kesempatan ini, kami banyak membicarakan banyak hal, mulai dari proses berkaryanya hingga pandangannya tentang dunia illustrasi saat ini. Mari disimak.

Halo Fer lama tidak bersua, dalam berkarya aspek apa saja yang mempengaruhimu? Ada seniman yang menjadi panutan?

Halo, iya lama tdk bersua hehehe.Sosial masyarakat, ya soal dunia kita sehari-hari sih, baik culture dan subculturenya beserta interaksi sosial lainnya. Kalo seniman yang menjadi inspirasi lumayan banyak untuk lokal ada Arian 13 (Seringai), Ken Terror, Anggarez, my big bro Rio Simatupang (Lampurio/Rumah hutan Drupadi/Ayam Kaili) dan banyak lainnya. Kalo luar ada Aaron Horkey, Pushead, John Dyer Baizley dll. Banyak sih :).

Karyamu kebanyakan bertema soal musik dan perlawanan, kenapa Mengambil tema itu?

Mungkin pengaruhnya karena memang berangkat dari lingkungan pergaulan scene punk/hardcore ya, jadi secara tdk langsung berpengaruh juga terhadap karya karya yg dihasilkan.

Semua orang tentu punya sosok panutan yang menjadi inspirasi. Bagi Ferdy sendiri, siapa sosok yang memegang peran penting itu?

Kalo sosok panutan yang menjadi inspirasi itu ayah saya selain sebagai orang tua, beliau jugalah yg dari awal membimbing bahkan banyak mengajarkan dasar2 dlm proses berkarya saya khususnya seni menggambar.

Saat Rock In Celebes 2016, karyamu dipakai sebagai visual utama dari perhelatan ini, Boleh ceritakan tema dari karya tersebut?

Iya benar kesempatan emas yang sangat tidak terlupakan hehehe. Jadi deskripsi karya tersebut sebenarnya representasi dari Rock In Celebes sebagai kiblat platform musik Indonesia timur khususnya pulau Sulawesi yang coba saya ilustrasikan dalam gambar sebuah tangan menggenggam pulau Sulawesi. Singkatnya seperti itu.

Bagaimana dirimu melihat Rock In Celebes saat ini?

Sangat banyak perubahan dalam artian positif, banyak peningkatan yang sangat signifikan mulai dari teknis sampai non teknisnya.Itu terlihat dari tahun ke tahun perhelatannya. Ada kebanggaan tersendiri pernah menjadi bagian dari salah satu perhelatan musik terbesar di Indonesia, pengalaman yang mungkin tidak akan datang dua kali hehehe.Dan saya melihatnya Rock In Celebes sangat punya dampak positif juga buat industri musik yang ada di Indonesia Timur khususnya Sulawesi.Karena buat saya baik secara langsung maupun tidak langsung juga Rock In Celebes turut andil dalam menciptakan ekosistem yang baik dalam industri musik yang ada saat ini,ajang seperti ini bukan hanya sebatas pertunjukan musik tapi juga bisa menjadi ajang dalam berjejaring membangun networking antar sesama pelaku maupun penikmat musik itu sendiri yang juga bisa menghasilkan kolaborasi mutual yang punya dampak baik untuk pertumbuhan industri musik itu sendiri.

Korelasi besar antara musik dan ilustrasi dengan proses pengkaryaan seperti bagaimana?

Tentunya dalam proses pembuatan karya ilustrasi, sebelumnya seorang ilustrator harus paham atau paling tidak harus tahu dulu image dari musik/band yang akan dibuatkan karya sebelum menentukan tema ilustrasi. Simpelnya korelasi antara musik dan ilustrasi yaitu ilustrasi mewakili image gambaran visual dari musik tersebut.

Perkembangan dunia ilustrasi di Indonesia saat ini bagaimana menurutmu? Apakah bisa dijadikan mata pencaharian tetap?

Perkembangannya cukup pesat dan sangat bisa.Karena jujur saya saja yang hidup bisa dibilang bukan di daerah pusat industri justru menggantungkan hidup dari karya-karya ilustrasi yang saya buat di berbagai media gambar hehehe. Mungkin juga ditunjang dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan trend yang ada saat ini membuat kita yang menekuni bidang ini bisa lebih mudah dalam mencari market untuk karya karya yang kita hasilkan.

Untuk teknik dalam bekerja, bagaimana prosesnya ketika membuat suatu gambar?

Sekarang lebih sering menggunakan pen tablet, jadi lebih simple menggambar langsung digital :).

Pertanyaan ini umum ditanyakan kepada setiap ilustrator, gimana caramu menentukan harga sebuah karya yang kamu buat? Ada formula tersendiri kah?

Mungkin sama kayak illustrator lain, harga tergantung tingkat kesulitan dan lama proses pengerjaan. Tapi kadang disesuaikan aja isi dompet calon kliennya sanggupnya bayar berapa, dengan catatan ada minimal pricenya.

Nilai seperti bagaimana yang ingin kamu sampaikan di tiap karyamu?

Hmm. Nda ada standar paten sih nilai seperti apa, mungkin berusaha membuat karya yang ketika orang lihat langsung mampu menerjemahkan maksud/representasi dan tujuan dari karya tersebut.

Sejauh ini setiap ide yang datang, kebanyakan asalnya dari mana? Buku, musik, atau lingkungan? Bisa ceritakan?

Bisa semuanya.. buku, musik, film, lingkungan. Karena selama dalam proses berkarya saya sendiri cenderung bepikir bahwa sebuah karya ilustrasi sejatinya selain punya estetika tetap harus mengandung pesan jadi berkarya buat saya selain beraktivitas menggambar juga berekspresi bercerita menyampaikan unek-unek, protes, curhat, marah, senang, sedih dll, lewat karya tersebut.

Prosesmu saat ini hadir karena otodidak atau sekolah?

Otodidak, dari kecil suka gambar hehehe.

Apakah sekarang sudah nyaman dengan style yg ada?

Hmm, nyaman tapi kadang masih sering eksplore style yang lain biar kaya referensinya.

Untuk Manado sendiri, bagaimana apresiasi dan perkembangan komunitas di sana?

Apresiasinya cukup baik dan mengalami kemajuan, ditandai sudah ada beberapa clothing brand dan band menggunakan jasa dan berkolaborasi dengan beberapa illustrator lokal. Untuk komunitas di Manado juga banyak kemajuannya dari karya-karya yang dihasilkan maupun regenerasi yang terjadi dalam komunitas.

Bagaimana cerita suka duka sebagai illustrator dari yg awalnya belum dikenal, hingga sekarang sudah mulai dikenal org banyak?

Gimana ya? Hampir nda percaya juga sih awalnya bisa sampai sejauh ini mungkin sama dengan illustrator yang lain ya, dari yang awalnya berangkat sebatas hobi dan akhirnya bidang ini bisa jadi dapur buat saya bahkan keluarga kecil saya hehehe.Intinya saya selalu berusaha menghargai setiap proses dalam hidup dan tidak lupa untuk terus bersyukur bahwa bisa seperti sekarang ini sudah melalui perjalanan panjang, pahit manis, serta suka dan duka yang akhirnya membentuk karakter serta konsistensi dalam menghasilkan karya-karya yang semoga juga bisa bermanfaat buat orang lain.

Tanggapan soal situasi yang sedang melanda seluruh Dunia ini seperti apa?

tanggapannya ya mungkin disituasi sekarang dimana terjadi krisis kesehatan diseluruh belahan dunia termasuk negara kita, mungkin lebih berwaspada aja, lebih bijak dalam bersikap melakukan aktivitas dan berusaha melakukan adaptasi dengan segala perubahan yang terjadi. Intinya tetap jaga kesehatan, bijaksana, dan tetap beradaptasi.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Ferdi Kaladu

Galeri Lorong Langsungkan Pameran Seni Bernama IN BETWEEN

Berbagai momentum di masa lalu memang kerap menjadi ingatan yang tak bisa dilupakan. Apalagi jika irisannya dengan beragam budaya yang tumbuh dengan proses pendewasaan diri. Baru-baru ini Galeri Lorong, Yogyakarta...

Keep Reading

Refleksikan Sejarah Lewat Seni, Pameran "Daulat dan Ikhtiar" Resmi Digelar

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mengadakan sebuah pameran temporer bertajuk “Daulat dan Ikhtiar: Memaknai Serangan Umum 1 Maret 1949 Melalui Seni”. Pameran ini sendiri akan mengambil waktu satu bulan pelaksanaan, yakni...

Keep Reading

Ramaikan Fraksi Epos, Kolektif Seni YaPs Gelar Pameran Neodalan: Tilem Kesange

Seni tetap menjadi salah satu jawaban untuk menghidupkan dan menghangatkan kembali keadaan di masa pandemi. Untuk itu dengan gerakan gotong royong dalam ruang seni baur Fraksi Epos mengajak kolektif seni...

Keep Reading

Nada Siasat: Pekan Pertama Februari

Sampailah kita di penghujung pekan pertama bulan Februari. Harapan-harapan terus tumbuh di tengah situasi yang belum membaik sepenuhnya. Meskipun situasi masih belum jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya, namun para musisi...

Keep Reading