Karya "Rusak" Milik Banksy Terjual dengan Harga Fantastis

Kembali ke tahun 2018. Ada yang masih ingat ketika karya Banksy sedang dilelang, namun setelah menemukan pemilik baru karya tersebut malah rusak tercacah ketika masih di dalam frame? Tentu itu adalah aksi yang disengaja oleh Banksy. Nah, baru-baru ini ceritanya berlanjut.

Beberapa waktu ke belakang, karya visual berjudul, “Love is in the Bin”, tersebut sudah terjual dengan harga fantastis di sebuah badan lelang terkenal bernama Sotheby’s. Karya tersebut terjual seharga $25,4 juta USD atau sekitar 357 miliar IDR. Angka ini 3 kali melebihi perkiraan presale dari Sotheby’s sendiri. Pembelinya sendiri merupakan kolektor seni dari Asia dengan identitas anonim.

Kabarnya harga jual fantastis itu 18 kali lipat dari harga jual awalnya yang dibanderol dengan harga $1,4 juta USD atau sekitar sekitar 19 miliar IDR. Sepertinya si pemilik karya tersebut bukan hanya melihat sisi visualnya saja, namun juga sekaligus membeli sebuah momentum dalam sejarah seni kontemporer yang tentu bakal terus diingat.

Sebagai catatan, karya ini sebelumnya dikenal dengan nama “Girl With Balloon”, karya orisinil Banksy ini pernah dipuji oleh kolektor seni asal Eropa sebagai “karya pertama dalam sejarah yang dibuat langsung selama proses lelang.” Dengan cara khas Banksy, seniman ini bilang kalau sebenarnya ini hanya caranya mengolok-olok keelitan dunia seni. Salah satu yang memuji lagi karya Banksy tersebut adalah editor seni dari BBC News, Will Gompertz. Dia bilang karya itu “salah satu karya seni paling signifikan di awal abad ke-21”.

      Baca Juga: Banksy Kembali Berulah dengan Membeli Perahu Penyelamat

Setelah kejadian tersebut, lewat sebuah video yang diunggah Banksy, ia mengatakan kalau harusnya ini jadi “lelucon”, dia berencana mencacah karyanya sampai tak tersisa, tapi karena mesinnya bermasalah, jadi tidak semuanya tercacah, sehingga baru setengahnya saja yang terpotong-potong.

“Keinginan untuk merusak karya ini sebenarnya adalah dorongan kreatif juga,” tulis Banksy di Instagramnya setelah acara tersebut.

Beberapa bulan lalu, Banksy juga melakukan aksinya kembali. Kali ini Banksy disinyalir berulah lagi di sebuah taman bernama Taman Nicholas Everitt, Oulton Broad, Suffolk. Gambar jalanan ini menunjukkan tiga anak berdiri di perahu yang nampak terbuat dari seng atap bekas. Seperti karyanya yang lain, Banksy memang kerap menampilkan gambar yang melebur dengan benda-benda nyata.

Mengutip dari BBC.com, Prof Paul Gough, kepala sekolah dan wakil rektor Universitas Seni Bournemouth, mengatakan: “Tim akan mencari kemungkinan tempat di pantai Anglian Timur untuk beberapa waktu: tidak ada yang tersisa untuk kebetulan dengan karya seni publik Banksy.” ungkap Paul

Sementara itu, karya lainnya telah terlihat di dinding di luar bekas toko Lowestoft Electrical di London Road North, yang nampak seorang anak tengah memegang linggis seakan sedang mengumpulkan pasir. Setidaknya ada 8 gambar yang tersebar di kawasan pantai  timur Anglian itu.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Rayakan Dua Rilisan Baru, Extreme Decay Siapkan Pertunjukan Spesial

Sebagai pesta perayaan atas dua rilisan anyar mereka. Sekaligus mengajak Dazzle, TamaT, dan To Die untuk ikut menggerinda di kota Malang. Extreme Decay bersama Gembira Lokaria mempersembahkan konser showcase spesial...

Keep Reading

Disaster Records Rilis Album Debut Perunggu dalam Format CD

Pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini memang membuat segala recana menjadi sulit terwujud. Namun bukan berarti berbagai kendala yang ada menyurutkan semangat para musisi untuk terus...

Keep Reading

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading