Karya Lama Banksy Laku 2 Miliar

Tate Ward baru-baru ini meluncurkan lelang online yang didedikasikan untuk penjualan beragam karya seni kontemporer dan lainnya. Berjudul “By Collectors for Collectors” banyak karya yang ditampilkan milik dari para seniman seperti Andy Warhol, Keith Haring, Anish Kapoor, Damien Hirst, Cy Twombly, dan banyak lagi lainnya.

Salah satu yang menarik dari penjualan itu adalah cetakan dari karya tahun 2004 milik Banksy yang berjudul “Pulp Fiction”. Dalam karya ini, dirinya membuat sebuah ilustrasi  yang merupakan penghormatan kepada film kriminal neo-noir Amerika, dark comedy crime film tahun 1994 yang disutradarai oleh Quentin Tarantino. Karya tersebut menggambarkan John Travolta dan Samuel L. Jackson, yang masing-masing dari mereka berperan dengan menggunakan setelan jas mereka dengan nama Vincent Vega dan Jules Winnfield. Karya tersebut dibuat di sebuah latar belakang berwarna hitam dengan stensilan berwarna putih, menunjukkan sosok protagonis Vincent dan Jules yang berdiri berdampingan, siap menembakkan senjata mereka ke dalam situasi yang memalukan. Alih-alih pistol, mereka memegang pisang yang berwarna kuning cerah. Karya seni Banksy terkenal dengan humornya, dan kekerasan dalam plot film ditampilkan secara positif serta konyol dengan buah sebagai senjata.

“Pulp Fiction” milik Banksy ini memperoleh pendapatan bernilai £ 125.000 GBP (sekitar $ 166.331 USD). Karya itu pertama kali muncul pada 2002 di dekat stasiun kereta bawah tanah Old Street. Gambar mural itu terlihat hingga tahun 2007 ketika Transport for London dilukis di dinding. Lalu, saat mural itu ditutupi, seorang seniman lokal menyemprotkan kata-kata “Come Back” di tempatnya, mengalamatkan catatan itu kepada Banksy. Seniman yang sulit ditangkap itu memberi tag ulang pada Pulp Fictionnya di tempat yang sama, tetapi kali ini, karakternya memegang pistol yang sebenarnya dan mengenakan kostum pisang, bukan jas.

Bulan lalu, rumah lelang London Timur menjual Banksy’s Thrower seharga lebih dari $ 200.000 USD – rekor cetakan yang belum pernah dijual ke publik.

Ada beberapa referensi budaya pop yang biasa digunakan Banksy dalam aksi muralnya. Mungkin Banksy juga akrab dengan grup komedi Inggris yang sangat ikonik. Mereka adalah Monty Python and the Flying Circus, keduanya menayangkan bentuk drama komedi televisi yang brilian pada tahun 1969 berjudul “Self-Defense Against Fruit”. Episode tersebut memparodikan aksi kekerasan semu yang dilakukan dengan pisang, apel, dan jeruk. Sumber inspirasi lain bisa jadi adalah sampul album ikonik Andy Warhol tahun 1967 untuk band The Velvet Underground, yang menampilkan pisang setengah tak terkelupas dengan latar belakang hitam. Turunan ketiga bisa jadi adalah asosiasi pisang dengan monyet, dan ini merupakan tema yang berulang dalam karya seni Banksy untuk dijual dan melambangkan kepintaran yang disamarkan ke dalam bentuk seekor binatang.

Beberapa bulan kemarin, si seniman nyentrik ini juga membeli sebuah kapal untuk misi kemanusiaan dalam penyelamatan pengungsi yang berasal dari Afrika Utara, dan berjumlah 89 orang. Selain mendanai operasional penyelamatan pengungsi tersebut, Banksy sudah jauh lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang serupa. Melalui karya-karyanya yang fenomenal ia kerap menjadi bagian dari denyut perjuangan masyarakat akan keadilan sosial. Pada 21 Agustus 2020 kemarin, Yamen Eabed, seorang fotografer asal Palestina menggelar pameran foto dari karya visual Banksy yang tersebar  di Palestina. Hal tersebut dilakukan sebagai ucapan terimakasih kepada Banksy  karena telah membantu aktivitas perekonomian melalui pariwisata alternatif dengan karya-karya Banksy. Selain itu, pada Juli lalu Banksy telah melelang tiga lukisannya seharga  2,2 juta Euro di London. Semua hasil dari lelang tersebut sepenuhnya ia sumbangkan ke sebuah rumah sakit di Bethlehem, Palestina.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Tate Ward

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading