Karya dari Basquiat Kembali Dipamerkan!

Tahun lalu, Yayasan Brant di East Village, Kota New York, menghadirkan sesuatu yang sangat monumental. Sesuatu itu adalah sebuah pameran yang menampilkan banyak karya dari sang mendiang Jean-Michel Basquiat. Dalam pameran ini, mereka membawa kurang lebih 70 karya Basquiat – yang dibuat dari tahun 1980 hingga 1987 – kembali ke dalam lingkungan yang sama yang telah menginspirasinya bertahun-tahun. Sekarang, yayasan ini kembali lagi dengan pameran yang serupa, namun dikemas sangat berbeda. Di gelarannya kali ini, mereka menghadirkan sebuah tur virtual untuk melihat pameran karya dari sang maestro yang sangat berpengaruh tersebut. Di tur ini, mereka memungkinkan para pengunjung untuk menjelajahi keempat lantai pertunjukan dan melihat secara digital beberapa karya terpenting dari Basquiat.

Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, banyak museum dan kegiatan seni yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Kondisi saat ini dengan segala keterbatasannya memang butuh perhatian khusus, dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku seni di seluruh dunia, begitu pula yang dirasakan oleh mereka yang ada di Indonesia. Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi agar bisa membuka kemungkinan baru untuk mengakali situasi. Tantangan ini juga memberi kesempatan bagi perupa generasi baru untuk bereksperimen dan bisa memberikan kontribusi serta solusi dalam kehidupan bermasyarat dan menghadirkan sebuah karya yang berfungsi untuk kemaslahatan orang banyak. Solusi terbaik yang ada saat ini adalah ruang virtual.

Mencakup seluruh karya seni sang seniman, pameran ini akan banyak mengeksplorasi masa-masa dari karir Basquiat yang sangat produktif namun juga cukup singkat. Fokus utama dari tur virtual ini mencakup beberapa lukisan berskala besar yang paling terkenal dari sang seniman, seperti dua lukisan figur dari tahun 1981 dan 1982, serta Grillo multi-panel (1984). Dalam karya-karyanya yang lain seperti Arroz con Pollo (1981) dan Price of Gasoline in the Third World (1982), Basquiat menjelaskan secara gamblang tentang masalah-masalah seperti kolonialisasi, Diaspora Afrika dan ketidaksetaraan ras. Lukisan lain mengabadikan sosok pahlawan bagi dirinya, seperti legenda jazz Charlie Parker dan petinju Sugar Ray Robinson dan Joe Louis.

“Jean-Michel Basquiat menerima semua yang dia rasakan dengan lima indranya dan dari sekelilingnya. Dia mengoleksi dari lingkungannya, dari kehidupan sehari-harinya. Ini adalah pengaplikasian sehari-hari, kebetulan dan juga penting yang membuat karya seninya begitu jelas, begitu unik. Dengan caranya bekerja, dia mengantisipasi prinsip masyarakat kita yang senang copy-paste dan benar-benar mengisyaratkan kegilaan yang akan datang dalam karya seninya.” Terang Dr. Dieter Buchhart, kurator dari pameran ini.

Sekarang kalian bisa menikmati banyak karya dengan berjalan virtual di sekitar kamar di lokasi East Village. Sayangnya, tidak ada banyak informasi yang bisa dibaca perihal maksud dari lukisan-lukisan itu. Tetapi hal itu tidak masalah sama sekali, pastikan kalian untuk melihat karya terkenal dari sang maestro ini, sebelum ditutup dan tidak bisa diakses sama sekali. Jelajahi ruang galeri virtual tersebut di situs The Brant Foundation’s website.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip The Brant Foundation

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading