Karya Abu-Abu Hasil Internet Society

Dream Coterie, sebuah band yang memadukan sentuhan lo-fi soul dan R&B merilis single ketiga berjudul Grey. Ini merupakan karya ketika yang diperkenalkan ke orang banyak setelah Mokase dan Copper.

Lagu ini bercerita tentang dilema yang sedang dialami seseorang, tentang menentukan pilihan penting dari dua opsi yang tersedia di depan mata. Grey, atau abu-abu dalam Bahasa Indonesia, merupakan simbolisasi sebuah kondisi pikiran yang tidak menentu; tidak hitam, tidak juga putih, tapi ada di tengah-tengah.

“Kami ingin mengajak orang untuk tidak terlalu tenggelam dalam dilema, karena tidak hanya kamu yang mengalami kondisi tersebut. Berdiri tegak dan tetap tenang saat menerjang badai. Pada akhirnya jawaban atas dilema tersebut akan terungkap. Dan pilihan apapun yang kita ambil akan membuka pintu baru bagi kehidupan kita,” ucap Monsdim, frontman dan penulis lagu Dream Coterie.

Selain Monsdim, Dream Coterie juga beranggotakan Jale (gitar), Janji (Bass) dan Graham (drum). Mereka melebur beberapa komposisi dari funk, city pop, soul, R&B dengan sentuhan jazz.

“Musik dari Dream Coterie kerap kali disebut oleh penggemar mereka dengan istilah Internet Soulfunk,” jelas pihak Dream Coterie.

Kelahiran single Grey dibidani oleh dua orang produser yaitu Aliefta Widhiawan dari PVL Records dan sang basis Janji. Bagian mixing serta mastering diserahkan pada Panji Wisnu.

Dream Coterie bekerja sama dengan ilustrator muda asal Negara Filipina, Felix Taaka dalam pembuatan artworknya. Selain itu, Dream Coterie juga bekerja sama dengan No Future Production asal Berlin dan Seoul dalam pembuatan video animasi lirik. Single ini merupakan manifestasi konkrit dari internet society yang tidak punya batasan geografis yang jelas. Bandnya sendiri berdomisili di Bandung. (*)

Teks: Rizki Firmansyah
Foto: Arsip Dream Coterie

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading