Karina Utomo: Sate Padang Cocok untuk Band Heavy Metal

Karina Utomo dikenal oleh penggemar musik di manapun sebagai vokalis band heavy metal asal Melbourne, High Tension. “Ini adalah media yang sangat universal,” buka Utomo tentang pandangannya terhadap musik pada SBS, portal berita yang berkantor di Australia. “Musik adalah bahasa semesta yang sesungguhnya,” kata dia lagi. Tapi, jauh di luar panggung, wanita yang kini berpaspor Australia itu sangat menyukai street food Indonesia yang menjadi tanah kelahirannya. Makanan menurut Utomo adalah juga bahasa semesta. “Dan dengan makanan, terlebih yang dari Indonesia, bisa mengingatkan di mana saya dilahirkan.”

Karina Utomo lahir di Jakarta, tempat tinggal ayahnya saat ini yang keturunan Indonesia-Tionghoa. Karina Utomo pindah ke Australia saat ia duduk di sekolah menengah pertama. Ia sempat pulang ke Indonesia dan tinggal selama beberapa tahun di sana usai menyelesaikan sekolah menengah atasnya di Australia dan kemudian kembali menetap di Negeri Kangguru itu hingga sekarang. Namun demikian, Utomo tak pernah menghapus ingatan tentang Indonesia, terlebih soal makanannya. “Tak pernah lupa bagaimana seringnya disuguhkan masakan Indonesia dan jajan di pinggir jalan seumpama saya sedang berada di sana,” kata dia bercerita.

“Indahnya tumbuh dan besar di Jakarta adalah ketika hampir setiap saat selalu ada makanan yang dijajakan para pedagang kaki lima. Setiap pedanganya punya makanan yang unik. Seringkali, karena keunikannya itu, kita menjadi berlangganan.” Yang tak pernah ia lupakan lagi ialah momen saat dirinya merayakan ulang tahunnya ke-12. “Waktu itu saya meminta pada bunda agar dibuatkan nasi tumpeng, yakni nasi kuning berukuran besar dan berbentuk kerucut seperti gunung nasi dan dibungkus dengan daun pisang,” ujar Utomo.

“Biasanya disajikan dengan tempe dan cabai, telur dadar yang diiris tipis dan dicampur salad. Tapi, saya pernah membuatnya sendiri menggunakan jahe, daun salam, kunyit, santan, dan daun jeruk limau untuk membuat nasi kuning di rice cooker saya. Rempah-rempah yang punya aroma khas itu merupakan bahan dasar utama dalam masakan Indonesia, termasuk nasi kuning dan tumpeng.”

Menurut Utomo, banyak bahan yang digunakan dalam masakan Indonesia tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. “Ada beragam bahan yang digunakan dalam makanan Indonesia. Kluwek, sejenis kacang, digunakan dalam masakan rawon. Untuk menggunakannya, kluwek dibakar dengan arang sampai kulitnya terliat gosong.” Utomo mengatakan kalau bisa mendapatkan bahan yang tepat, siapapun bisa membuat masakan Indonesia sendiri di rumah. “Saya mendapatkan bumbu dari supermarket di Grand Laguna di Hawthorn. Di sana menjual banyak macam rerempahan, termasuk kluwek. Anda bisa juga mendapatkan kemiri, jahe putih yang satu jenis dengan lengkuas (kencur), segala jenis kerupuk, bahkan pasta gigi merek Indonesia!.”

“Ingin sekali di hari ulang tahun saya berikutnya, saya membuat masakan Sumatera Barat, yakni sate padang. Bahkan ibu saya pun sangat terkesan. Seringkali, untuk membikin sate padang harus dimasak lebih dari satu kali. Itu melelahkan,” kata Utomo. “Jika Anda tidak menikmati proses memasak masakan Indonesia, makanannya dijamin tidak akan enak.” Utomo mengucapkan, untuk membuat sate padang di antara bahan-bahan yang dibutuhkan ialah tiga jenis jahe, serai, daun kunyit, daun salam, jeruk limau dan daun kari, kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai kering. “Jika waktunya terdesak, jalan pintasnya bumbu-bumbu itu tidak diulek tapi dapat menggunakan blender.”

Menurut Utomo, sate padang sangat berbeda dengan sate jawa yang berbahan dasar bumbu kacang. “Meski sedikit sama, tapi masakan Sumatera Barat cenderung menggunakan aromatik tambahan seperti kapulaga dan semacamnya. Masakan Sumatera Barat juga lebih pedas,” kata Utomo. “Menurut saya sate padang yang pedas itu cocok untuk anak band heavy metal yang ekstrim.”   

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Interview: Caccia dan Perjalanannya Menyusuri Musik

Apa rasanya bisa band-bandan dengan pasangan? Caccia mungkin salah satu dari beberapa unit musik yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Duo asal Jakarta ini dimotori oleh sepasang kekasih, Anya (vokal) dan...

Keep Reading

Nada Siasat: Pekan Pertama Penutup Tahun

Di awal bulan Desember ini kami merangkum berbagai karya musik yang datang dari beberapa musisi. Diantaranya datang dengan berbagai tema, mulai dari gulana ditinggal cinta sampai harapan-harapan yang muncul setelah...

Keep Reading

Nada Siasat: Sajian Ragam Warna dari Tiap Penjuru

Pekan ini, Siasat Partikelir ingin merangkum penemuannya dari tiap penjuru. Mungkin, nama kami lekat dengan penjuru-penjuru geografis, namun kali ini kami akan mengangkat beberapa musisi dari tiap penjuru jenis musik...

Keep Reading

Menyimak Muda-Mudi Musisi Kiwari Merayakan Dangdut

Dang! Dang! Dang! merupakan salah satu panggung di Soundrenaline tahun ini yang diselenggarakan secara virtual. Biarpun keseluruhan Soundrenaline menyajikan konser virtual yang berbeda, panggung Dang! Dang! Dang! menampilkan aksi yang...

Keep Reading