Kado 25 Tahun Death Vomit untuk Para Metalhead Indonesia

Death Vomit yang digawangi oleh Sofyan Hadi (gitar/vokal), Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (drum), baru-baru ini resmi merilis album studio mereka yang ke-4 dan diberi judul “Dominion Over Creation” pada tanggal 29 Juli 2020 lalu, yang bertempat di Balakosa Coffee Yogyakarta. di album yang menampilkan 9 materi anyar ini, Death Vomit terdengar lebih bereksplorasi dalam penyuguhan warna baru ke dalam semua materi yang ada, terkhusus dalam pengerjaan tata suara & lirik. Hal ini pun juga diamini oleh Sofyan Hadi saat peluncuran album baru beberapa waktu yang lalu. Di album ini memang sangat terasa perbedaan yang cukup mencolok dari album sebelumnya yaitu “Forging a Legacy” yang telah dirilis di tahun 2014 silam. Untuk pengerjaan sendiri, album baru ini telah memasuki sesi rekaman sejak bulan Juli 2019 kemarin, dan tentu saja, album ini menjadi salah satu album metal yang sangat ditunggu perilisannya.

“Kita mencoba untuk lebih fokus lagi dalam pengerjaan soal sound dan tata ucap lirik” lanjut Sofyan. Roy Agus juga menyampaikan bahwa pengerjaan album baru ini sendiri dilakukan mulai dari bulan Juli 2019 hingga bulan Desember 2019. “Cukup panjang waktunya dalam perekaman album studio ini, hal ini dilakukan semata-mata karena kita ingin memberikan yang terbaik untuk penggemar Death Vomit khususnya dan pecinta musik metal di Indonesia” lanjut Roy.

“Album studio ke 4 ini di rilis oleh label Demented Mind Record yang merupakan label dari Death Vomit itu sendiri dan di album ini kita juga didukung penuh oleh Sinergi Live dari Yogyakarta” tambah Oki. Hal ini pun juga dibenarkan oleh Bakkar Wibowo dari Sinergi Live yang juga berperan sebagai eksekutif produser di album ke-4 Death Vomit ini.

Album Death Vomit 'Dominion over Creation'

Bakkar pun menambahkan bahwa, ini adalah bentuk nyata dari Sinergi Live untuk para musisi lokal, terkhusus Yogyakarta. Dari sana, mereka menyematkan sbeuah harapan agar nantinya di masa depan, selalu hadir lebih banyak lagi band-band baru dengan talenta yang berbeda dan unik di kancah musik Indonesia. Hal seperti ini juga seharusnya bisa ditiru oleh daerah dan kolektif lainnya agar terus memberikan dukungan maksimal terhadap band lokal dari daerah mereka sendiri. Death Vomit tahun ini telah memasuki usia yang ke 25 tahun, sebuah perjalanan panjang untuk sebuah band metal di Indonesia.

“Kami ingin memberikan hadiah terbaik bagi penggemar Death Vomit di ulang tahun yang ke 25 ini, yaitu sebuah album baru dari kami,” sambung Roy Agus.

Dalam rencananya, Death Vomit berkeinginan untuk merayakan ulang tahun mereka yang ke-25 di tahun dengan menggelar sebuah konser tunggal yang disatukan dengan pesta perilisan dari album baru tersebut. Namun, seperti yang kita ketahui sendiri, kondisi yang ada (wabah Covid-19) sangat tidak memungkinkan untuk menggelar sebuah acara, rencana tersebut pun urung dijalankan, dan hanya menggelar sesi perilisan album dan penjualan dengan sangat sederhana. Demented Mind selaku label menyampaikan bahwa album terbaru Death Vomit ini dijual dengan bandrol Rp. 50.000,- dan sudah bisa langsung dipesan melalui lini masa mereka yaitu @deathvomitofficial atau @dementendmindrecord.

Death Vomit sendiri dibentuk pada pertengahan tahun 1995, di saat mereka muncul ke permukaan tersebut, beberapa rilisan demo tape telah dibuat, sebelum akhirnya mereka merilis debut mini album yang diberi nama “Eternalli Deprecated” di tahun 1999 silam dan diproduksi serta dirilis dengan mengusung etos Do It Yourself bersama label Demented Mind Records yang dikelola oleh Roy Agus sang drummer. Kemudian di tahun 2002, album tersebut kembali dirilis oleh Extreme Souls Production, dengan menaikkan jumlah dari rilisan yang ada dari sebelumnya. Selain Roy Agus, formasi album ini terdiri dari Sofyan Hadi (gitar), Ari (bass) dan almarhum Dwi Agung (vokal).

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Death Vomit

Debut Kathmandu Dalam Kancah Musik Indonesia

Musisi duo terbaru di Indonesia telah lahir. Penyanyi bernama Basil Sini bersama seorang produser sekaligus multi-instrumentalist bernama Marco Hafiedz membentuk duo bernama KATHMANDU. Dengan genre Pop-Rock, KATHMANDU menyapa penikmat musik...

Keep Reading

Sisi Organik Scaller Dalam "Noises & Clarity"

Kabar baik datang dari Scaller yang baru saja merilis live session (8/7/23) yang kemudian diberi tajuk “Noises & Clarity”. Dalam video ini, grup musik asal Jakarta tersebut tampil membawakan 5...

Keep Reading

Single Ketiga Eleanor Whisper Menggunakan Bahasa Prancis

Grup Eleanor Whisper asal kota Medan yang telah hijrah ke Jakarta sejak 2019 ini resmi merilis single ke-3 yang diberi tajuk “Pour Moi”. Trio Ferri (Vocal/ Guitar), Dennisa (Vocals) &...

Keep Reading

Sajian Spektakuler KIG Live!

Umumkan kehadirannya sebagai pemain baru pada industri konser musik Indonesia, KIG LIVE yang merupakan bagian dari One Hundred Percent (OHP) Group menggelar acara peluncuran resmi yang juga menampilkan diskusi menarik...

Keep Reading