Kabar Baik, OnlyFans Tangguhkan Aturan Porno

Kabar baik bagi Anda penggemar konten kreator eksplisit OnlyFans macam Connell Twins. Setelah sebelumnya memutuskan untuk membatasi konten pornografi para kreatornya mulai 1 Oktober mendatang, penyedia layanan berlangganan konten asal Inggris ini menangguhkan keputusan tersebut.

OnlyFans mengumumkan keputusan tersebut melalui akun Twitter resminya Rabu (25/8) lalu.

“Kami telah mengamankan jaminan untuk membantu komunitas kreator kami yang beragam dan telah menangguhkan rencana perubahan aturan yang tadinya akan dilaksanakan pada 1 Oktober,” cuit pihak OnlyFans.

Pada dasarnya, OnlyFans adalah tempat di mana pembuat konten dapat menjual karya mereka. Seniman, musisi, juru masak, dan apa pun yang dapat dikontenkan dapat dijual di sini. Pengguna konten akan berlanggangan dengan sistem yang hampir serupa dengan layanan musik digital. Akan tetapi, ternyata yang genre yang lumayan laku di sana adalah pornografi.

Beberapa tahun terakhir, OnlyFans memang menjadi salah satu sumber uang para pekerja seks komersial. Mereka dapat menyebarkan karya, seperti foto telanjang dan bahkan video porno eksplisit di sana. OnlyFans dipuji karena dapat menjadi tempat yang aman bagi artis porno semacam itu karena menyerahkan kendali atas konten pada penciptanya.

Namun, ini ternyata menjadi beban tersendiri bagi OnlyFans. Mereka terjebak karena harus bertahan hidup. OnlyFans sedang mengejar investasi dengan valuasi di atas 1 miliar dollar Amerika Serikat. Untuk mengejar itu, mereka mendapat tekanan dari mitra bisnis karena tentu kebanyakan pemodal tidak ingin diasosiasikan dengan situr porno, arah ke mana OnlyFans tampak beranjak hari ini.

Melansir CNN, OnlyFans mencanangkan peraturan tersebut dengan alasan “keberlanjutan jangka panjang platform ini”.

“Permintaan ini disampaikan oleh mitra perbankan dan penyedia pembayaran kami,” tulis OnlyFans dalam sebuah pernyataan yang dikutip CNN.

Internet berkoar saat OnlyFans mengumumkan pembatasan konten eksplisit di layanannya. Kebanyakan orang menganggap yang membuat platform besutan Tim Stokely ini bisa sebesar sekarang adalah para pekerja seks yang menjual konten di sana. OnlyFans juga sempat menanggapi pendapat ini, sehari sebelum mengumumkan penundaan aturan kontroversial mereka.

“Komunitas OnlyFans tidak akan bisa seperti hari ini tanpa kalian (pekerja seks),” cuit OnlyFans. “Perubahan aturan perlu dilakukan untuk menjaga keaman layanan pembayaran untuk kalian. Kami bekerja siang malam untuk menemukan jalan keluar.”

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Abil Anugrah

 

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading