Jugo Djarot dan Omar Prazhari Bersatu dalam Tender Shoots

Dua pentolan dari dua band asal Ibu Kota, Jugo Djarot (Circarama) dan Omar Prazhari (ATSEA), bersatu dalam sebuah proyek pop malas, Tender Shoots. Disatukan oleh kecintaan keduanya terhadap Richard Hawley dan Masayoshi Tanaka, Jugo dan Omar meluncurkan debut mereka yang berjudul “Alive Again”.

Karena Tender Shoots mengungkapkan Richard Hawley dan Masayoshi Tanaka, pengaruh keduanya memang terasa dalam “Alive Again”. Pilihan nada vokal dalam lagu tersebut memang punya nuansa proyek solo si gitaris Pulp ditambah bebunyian elektronis pop funk 1980-an ala Tanaka.

Tender Shoots dimulai saat Omar bermaksud mengajak Jugo sebagai featuring artist untuk mengisi vokal di lagu proyek utamanya, ATSEA, pada 2019.  Namun, setelah mengetahui mereka berdua sama-sama penggemar musisi Masayoshi Takanaka dan Richard Hawley, mereka memutuskan untuk membuat proyek baru bersama yang kemudian diberi nama Tender Shoots, diambil dari sebuah ragam warna hijau yang menyiratkan rasa hangat dan nostalgia.

“Ide berikutnya kita berpikir mau split release aja, Jugo Djarot dan ATSEA. Tapi kemudian kita merasa ‘Alive Again’ ini punya dunianya sendiri, yang pas banget mewakili diri gue dan Jugo, jadi kita sepakat untuk bikin proyek kolaborasi baru,” kata Omar menambahkan bagaimana Tender Shoots dimulai dalam siar pers.

Biarpun ditujukan untuk ATSEA, “Alive Again” saat itu masih berupa kerangka, belum memiliki melodi vokal dan lirik. Jugo lah yang kemudian melakukan bagiannya dengan menulis lirik, melodi vokal, vokal latar, dan beberapa instrumen seperti organ dan bass. Selanjutnya mereka melakukan finalisasi penulisan lagu, komposisi lagu, dan aransemen bersama-sama.

“‘Alive Again’ sendiri merupakan lagu ballad yang menceritakan tentang dialog seseorang dengan dirinya sendiri, membujuk dirinya untuk meninggalkan segala lara dan kembali merasakan hidup. Sederhananya, ‘Alive Again’ adalah tentang kontemplasi,” jelas Jugo.

Bersama Circarama, Jugo sudah merilis album penuh bertajuk Plasticine Jewel pada 2017 dan dua single, “Perjaka” dan “Megantara”, dua tahun selanjutnya. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan Pemuda Sinarmas untuk menggubah ulang lagu “Long Gone” (yang sebelumnya dilepas bersamaan dengan “Perjaka”) dan “Sweet Shining”(dalam Plasticine Jewel) menjadi lebih senam pagi.

Sebagai solois, Jugo telah merilis debut “Dinner for Two” disusul “Busana” dan “Aeroplane”.

Omar juga tak kalah produktif. Selain ATSEA, ia juga baru-baru ini merilis sebuah EP bertajuk No Music bersama proyeknya yang lain, Glyph Talk. Dalam proyek dengan pilihan nada aneh namun diproduksi sederhana tersebut, ia bekerja sama dengan pentolan Badchamber, Ratta Bill.

Sebelum merilis versi penuhnya, label yang membantu Tender Shoots, Kolibri, juga sempat merilis versi “nananana” dari “Alive Again”.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip Tender Shoots, Nadya Isabella

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading