Jon Kastella Kembali dengan Format Gitar Vokal dalam "Maka"

Jon Kastella sedang menyusun serpihan-serpihan albumnya yang gagal rilis beberapa tahun lalu. Sebelumnya tahun ini, ia telah merilis “Tamasya Kota” dan “Pengantar Bambu”. Setelah dua single tersebut, ia merilis yang ketiga dengan tajuk “Maka”.

Sama seperti karya-karya sebelumnya, “Maka” merupakan lagu yang sudah lama Jon ciptakan. Kali ini, ia mengemas lagunya dengan ciri khas yang benar-benar Jon Kastella. Format sederhana, gitar akustik ditambah vokal, ia gunakan dalam lagu ini. “Maka” melepas kerinduan para penggemarnya yang mengenal Jon kebanyakan melalui penampilan live-nya dengan format tersebut.

Jon menciptakan lagu ini pada 2019. Dalam siar persnya, ia mengaku bahwa “Maka” ia produseri sendiri, tidak seperti dua tembang sebelumnya yang dibantu beberapa musisi luar. Selain itu, Jon juga merekam lagu ini secara live, “dengan spontan atau mengalir begitu saja”.

“Melalui tembang ini Jon Kastella ingin bercengkerama lebih mesra lagi. Dipersembahkan dengan apa adanya, sealami dan sedekat mungkin seolah-olah tak berjarak. Bertutur lembut bagai embus angin perlahan-lahan mengusap rambut,” tulisnya dalam keterangan yang sama.

Melalui “Maka”, solois asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini ingin memberi sukacita teruntuk orang yang jauh di mata namun dekat di hati.

“Teruntuk siapa saja yang tak henti-henti menyayangi dan disayangi. Di mana waktu tentu menyembuhkan bagi siapapun yang sedang sedih jiwanya,” tambahnya.

Jon Kastella menambahkan sebuah video lirik untuk menemani “Maka”. Video lirik tersebut memperlihatkan Jon menyanyikan lagu dengan gitarnya dengan lampu sorot yang menembak sebagian badannya. Selain itu, gitar yang ia pakai dalam video tersebut adalah produknya sendiri. Bekerja sama dengan seorang pengrajin gitar, Jon memang memproduksi gitar yang ia pakai sendiri di bawah naungan Sams&Jon. Salah satu produknya pun pernah ia berikan kepada Iwan Fals.

Seperti sudah dibahas sebelumnya, “Maka” merupakan karya pertama yang Jon produseri sendiri format rekamannya. Pada “Tamasya Kota”, ia bekerja sama dengan Pusakata sedangkan “Pengantar Bambu” ia kerjakan bersama Rekti Yoewono (The Sigit, Mooner) sebagai produser sekaligus pengisi bas dan isian gitar elektrik.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Jon Kastella

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading