Jeda Soekarno Straat Karena Pandemi

“Gedung-gedung menyepi istirahatkan diri

Belajar mengajar di depan layar aplikasi

Panggung megah berganti kan virtualisasi

2020 patahkan mimpi mimpi”

Bait di atas adalah penggalan lirik dari kuintet asal Jawa Timur, Soekarno Straat. Berbicara tentang aktivitas yang sempat terhenti karena pandemi yang makin tak terkendali. Terilhami dengan situasi sulit tersebut baru-baru ini mereka melepas lagu tunggal teranyarnya yang berjudul  ‘Jeda’. Lagu ini lahir atas kegelisahan tiap individu selama satu tahun ke belakang, yakni tahun 2020 yang banyak disebabkan olehwabah bernama Covid-19 yang juga tak kunjung selesai sampai hari ini. Meskipun demikian, menurut Soekarno Straat,  ‘Jeda’ adalah sebuah perantara untuk tetap berbagi semangat positif kepada setiap individu yang mengalami keterpurukan, kegagalan, atau hambatan di tahun lalu.

Pada single ini, unit yang diisi oleh Aldio Khalisa (vokal & gitar), Candra Megah (gitar), Satria Pranata (keyboard), R. Nur Fadhil (bass), dan M. Syafrizal (drum) ini  mencoba lebih peka dengan isu sosial dan kesehatan mental yang terjadi pada orang-orang ketika menginjak fase quarter life crisis atau krisis identitas diri. Orang-orang yang berada pada fase ini terpaksa harus memperlambat langkahnya selama satu tahun ke belakang. Di sisi lain, di fase tersebut mereka senantiasa dituntut untuk melakukan percepatan terkait pencapaian-pencapaian dalam hidup.

Hal tersebut terefleksi dari pertanyaan-pertanyaan seperti : “kapan lulus?”, “kerja di mana?”, sampai dengan “kapan nikah?”. Wajah baru musikalitas Soekarno Straat juga ditampilkan pada single ini melalui eksplorasi dari campuran dua genre yang cukup kontras, yakni Alternative Rock dan Reggae/Dub.

Di wilayah musikalitas, Soekarno Straat mencoba untuk menghadirkan warna yang berbeda pada single ‘Jeda’ jika dibandingkan dengan lagu-lagu yang tercantum di album sebelumnya. Dimana pada lagu ini sentuhan rock alternatif yang dibuka dengan bunyi pendulum dari gitar lalu disambut dengan vokal Aldio yang nyaris seperti spoken word adalah perbedaan yang paling kentara. Meskipun demikian nuansa Jamaican Sound atau yang lebih familiar dengan reggae/dub yang sejatinya mereka usung masih sangat terasa.

“Sejauh ini, single ini menjadi pencapaian terbesar Soekarno Straat dalam mengeksplorasi musikalitas” ungkap Soekarno Straat lewat rilisan persnya.

Single ini sekaligus menjadi karya Soekarno Straat sebelum rehat sejenak dari aktivitas bermusik. Kondisi pandemi yang belum mereda memaksa Soekarno Straat mengambil langkah untuk menghentikan sementara segala aktivitas bermusik.

Kembali ke belakang, album pertama Soekarno Straat yang berjudul “Semua Warna” dirilis penuh pada tahun 2019. Soekarno Straat sendiri merupakan band beraliran Rock Alternative & Reggae / Dub yang berasal dari Jawa Timur. Dengan beranggotakan 5 personil yang memiliki latar belakang di industri musik dan kreatif, Soekarno Straat mengawali perjalanan musiknya pada tahun 2016. Dalam perjalanannya, Soekarno Straat telah menghasilkan satu album dan telah melakukan tour, konser hingga live session.

Teks: Dicki Lukmana
Visual:Arsip dari Soekarno Straat

Catatan Perjalanan Rich Brian di Album Mini Brightside

Rapper, penyanyi serta produser asal Indonesia, Rich Brian baru-baru ini resmi merilis album mini terbarunya yang bertajuk Brightside. Lewat album mini berisi 4 lagu ini Rich Brian mengatakan bahwa Brightside merupakan...

Keep Reading

Keseruan Selanjutnya di Soundhead Gig Vol. 3: Parsing Echoes

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang terjadi beberapa tahun terakhir telah berhasil meluluhlantakan berbagai lini industri hiburan, tak terkecuali industri pertunjukan musik. Namun, ditengah tantangan yang ada, para pelaku industri terus...

Keep Reading

Kisah Cinta di Balik Pertunjukan Musik dari The Rang-Rangs

Trio punk rock asal Bekasi, The Rang-Rangs, kembali melanjutkan cerita asmaranya yang tak konvensional. Dalam materi terbarunya kali ini The Rang-Rangs mencoba mengangkat cerita persoalan jatuh hati di arena pertunjukan...

Keep Reading

Album Tersembunyi Mendiang January Christy Akhirnya Dirilis

Di era ‘80-an, tak sedikit orang yang mengidolakan January Christy. January Christy merupakan penyanyi pop jazz Indonesia yang unik. Range vokalnya tidak lebar, namun suaranya yang berat memberikan kenyamanan dan...

Keep Reading