James Hetfield “Metallica” Diabadikan ke Dalam Nama Ular Spesies Baru

Kabar gembira untuk pecinta reptil cum metalhead garis keras!. Setelah Metallica sukses menggeber konser drive-in nya yang pertama di bulan Agustus kemarin, pada bulan yang sama ilmuwan bernama Dr. Luis Ceriaco bersama timnya yang lain telah menemukan ular spesies baru  yang diberi nama Atheris Hetfield yang terinspirasi dari James Hetfield, frontman grup metal raksasa Metallica. Luis menemukan ular ini  di kawasan gunung berapi di pulau Bioko, Equatorial Guinea. Penamaan spesies ular ini tak serta merta ia ambil, selain dari memang Luis dan timnya adalah penggemar musik heavy metal, penamaan ini pun sudah memenuhi standar kriteria secara keilmuan.

“Ini cukup mudah! Selama makalah Anda diterima di jurnal ilmiah, setelah ditinjau oleh rekan-rekan ilmiah kami, bagian penamaan sepenuhnya terserah pada pilihan penulis. Kami hanya harus mematuhi aturan terminologis tertentu yang diatur oleh Kode Internasional Nomenklatur Zoologi. Jika diikuti, Anda dapat menamainya sesuai dengan apa pun yang Anda inginkan – habitat spesifik tempat spesies itu muncul, karakter morfologis apa pun, bintang rock, ilmuwan lain, karakter fiksi … apa saja!” tutur Luis dikutip dari Metal Hammer.

Ular ini dicirikan dengan “kepala berbentuk segitiga dan sisik lunas kuat, yang memberi mereka penampilan seperti naga”. Reptil ini tergolong ke dalam spesies African Bush Viper yang mampu tumbuh hingga panjang 52 cm. Dalam keterangannya, dikutip dari NME, ular ini adalah spesies baru pertama yang ditemukan di pulau Bioko dalam kurun waktu lebih dari 100 tahun.  

Atheris Hetfield

Dalam sebuah  wawancara ekslusif dengan Metal Hammer, Luis mengatakan penamaan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Metallica dan James Hetfield atas musiknya yang telah menemaninya sejak usia muda.

“Baik saya dan Mariana Marques, penulis kedua makalah ini, adalah penggemar berat Metallica dan James Hetfield sejak usia yang sangat muda. Kami ingin menghormatinya, sebagai ucapan terima kasih atas semua getaran baik yang ditransmisikan musiknya kepada kami selama semua kehidupan pribadi dan karier kami. Selain itu, kami berpikir bahwa ular misterius yang berbisa dan tampak keren, yang tinggal di dasar gunung berapi yang hilang di tengah hutan tropis sangat mirip dengan heavy metal! ”   

 “Di sisi lain, menamai spesies baru dengan nama seseorang sebagai James membawa lebih banyak perhatian pada studi keanekaragaman hayati dan survei lapangan yang sangat dibutuhkan. Kita sedang berpacu dengan kepunahan sebagian besar keanekaragaman hayati dunia, dan banyak spesies mungkin punah bahkan sebelum kita tahu bahwa mereka ada!” lanjut Luis yang juga menggandrungi album Master of Puppets dan Black milik Metallica.

Keterhubungan Metallica dengan ular memang bukan suatu  hal yang baru. Kita bisa melihat kembali sampul album Don’t Tread On Me milik Metallica yang dirilis tahun 1991. Dalam sampul album tersebut tersemat artwork yang menampilkan ular ganas dengan sampul yang di dominasi warna hitam.

Tak sampai disitu. Pada bulan Februari 2020 lalu, nama Metallica diabadikan juga oleh dua ilmuwan bernama Dr. Torben Riehl dan Dr. Bart De Smet. Kedua ilmuwan tersebut menemukan makhluk penghuni laut dalam baru yang diberi nama Macrostylis Metallicola. Makhluk tersebut mereka temukan di palung Pasifik Utara ketika para ilmuwan sedang melakukan studi dasar ligkungan. Dikutip dari Phys.org, Riehl menjelaskan ihwal penamaan makhluk laut baru itu.

“Musik kuat dari Metallica telah menemani saya hampir sepanjang hidup saya,” jelas Riehl tentang nama makhluk itu. “Lagu-lagu seperti ‘Master of Puppets’ dan ‘One’ adalah mahakarya yang luar biasa dalam sejarah rock dan saya sangat senang dapat memberikan sesuatu kembali kepada band dengan menamai spesies baru setelahnya!” lanjut Riehl.

Oh ya, tak hanya James Hetfield dan Metallica saja yang diabadikan ke dalam nama spesies makhluk baru. Jauh sebelumnya beberapa nama musisi besar musik heavy metal sempat diabadikan juga. Seperti nama mantan personil Metallica, Dave Mustaine yang dijadikan nama latin untuk spesies laba-laba baru Aphonopelma Davemustainei. Kemudian nama Ozzy Osbourne, vokalis metal veteran Black Sabbath pada seekor katak asal Amazon Dendropsophus Ozzyi. Lalu pentolan Motorhead, Lemmy Kilmister yang namanya disematkan untuk salah satu spesies Buaya purba Lemmysuchus.

Di Indonesia sendiri ada nggak ya nama musisi yang dihormati lalu namanya diabadikan ke dalam nama makhluk spesies baru?  

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Metal Hammer

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading