Isvara Angkat Quarter Life Crisis dalam "Ringkih"

Pernahkah Anda merasa kebingungan atas arah hidup mana yang akan dipilih atau sulit untuk mengenali diri sendiri? Pertanyaan semacam itu lah yang coba diangkat Isvara dalam nomor teranyarnya “Ringkih”.

Lagu tersebut merupakan single kedua all girl band dari Lombok ini. Isvara membalut pesan tersebut dengan aransemenn pop yang terdengar megah, lengkap dengan alunan strings.

“‘Ringkih’ menceritakan tentang bagaimana seseorang mencari jalan, tujuan, dan arah di dalam kebingungan yang akut. Tidak tahu harus ke mana, apa yang diinginkan, overthinking, bahkan sulit untuk mengenal diri sendiri,” tulis Isvara dalam siar pers.

Namun, keempat personel, Kirana, Viary, Gerha, dan Arini, menolak menyerah dengan keadaan tersebut. Mereka mencoba mencari harapan yang membuat mereka terus maju ke depan. Ini terbukti dengan potongan lirik “ku harap titik jemu, tak menemukanku. Jalanku masih terang memberiku asa”.

“Namun di sisi lain sikap lemah atau ringkih sungguh tidak berguna untuk menghadapi fase hidup tersebut, sehingga mau tidak mau keadaan memaksa untuk menjadi kuat. Salah satu caranya yaitu dengan mencari kelemahan kita sebagai bahan introspeksi untuk melaju ke depan,” tambah mereka.

“Ringkih” menjadi salah satu favorit Isvara karena pesan yang mereka coba sampaikan relevan dengan keadaan hidup para personel. Dari segi musik, lagu ciptaan sang gitaris, Gerha, ini juga diperkaya dengan unsur strings. Tujuan mereka mengemas lagunya menjadi seperti ini adalah mewakili salah satu inspirasi mereka, Chrisye.

“Lagu kali ini sedikit didominasi oleh alunan suara strings yang vibes-nya terinspirasi oleh musik dari legenda Indonesia, yaitu Chrisye yang selalu melahirkan karya-karya bernuansa mewah dan selalu menjadi nyanyian sepanjang masa,” jelas Isvara.

“Ringkih” menjadi karya kedua Isvara. Sebelumnya, mereka  telah melepas single debut dengan judul “Katakan” pada Februari lalu. Dari kedua single ini, terlihat bahwa Isvara selalu membalut keadaan buruk dengan nuansa yang positif. Jika dalam “Ringkih” mereka mengatakan bahwa lemah bukan jawaban, dalam “Katakan”, mereka mencoba meyakinkan orang untuk menceritakan kesedihan masa lalunya agar bisa melawati kesuraman hidup.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Isvara

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading