Ishtarkult Milik Seringai Dikemas ke Dalam Animasi Sci-fi

Selang beberapa tahun usai perilisan album penuh “Seperti Api” (2018), selepas juga merilis dua video musik resminya untuk trek ‘Selamanya’ dan ‘Adrenalin Merusuh’, kini unit rock oktan tinggi, Seringai, kembali melepas video musiknya yang terbaru untuk nomor ‘Ishtarkult’ yang menampilkan tamu vokal Danilla Riyadi. Dikemas ke dalam konsep animasi, video musik ‘Isthtarkult’ digarap selama empat bulan lamanya oleh Afterlab, sebuah studio animasi 3D asal Bandung yang sebelumnya pernah menangani seri animasi berbasis web, Si Kancil.

Mulanya, ide cerita video musik ini diadaptasi dari lirik lagu “Ishtarkult” yang ditulis oleh Arian13. Lagu bergaya doom metal berdurasi 5:20 ini sekaligus pula menjadi single ketiga dari album Seperti Api (2018). Mengadaptasi cerita yang bermula dari lirik, video ini secara keseluruhan bercerita tentang seorang pemimpin sekte Sumeria dan para pemujanya bertemu Dewi Ishtar yang anggun memesona di sebuah gurun tandus Mesopotamia. Alih-alih menebar harapan dan kemakmuran, kedatangan sang dewi ternyata justru membawa malapetaka bagi semua. Menurut mitologi Babilonia yang dikutip Wikipedia, Ishtar merupakan perwujudan dewi kesuburan, cinta, perang dan hubungan seksual.

“Saya menyukai science fiction dan animasi. Ketika melihat video ‘Si Kancil’, saya langsung, ‘nah ini.’ Kami mencari kontak Afterlab dan di saat yang bersamaan juga berbicara dengan Jägermeister Indonesia. Apalagi dalam lagu ‘Ishtarkult’ kami menampilkan Danilla. Selain seorang teman, Danilla juga merupakan brand icon Jägermeister Indonesia seperti kami, jadi rasanya klop. Setelah berdiskusi dengan Afterlab kami juga klop, dan inilah hasilnya,” jelas Arian13 melalui rilisan pers yang kami terima.

Video musik dengan format animasi juga merupakan suatu hal yang pertama bagi Seringai sendiri. Sebelumnya diketahui, Seringai kerap mengeksplorasi segala bentuk visual untuk video musiknya, dari penampilan band secara langsung, action, hingga stop motion dengan metode visual cukil kayu.

“Menurut saya, video musik dengan treatment animasi 3D jadi progresi yang natural untuk Seringai. Sesudah membuat berbagai bentuk video musik, dari band performance sampai storytelling, action hingga stop motion cukil kayu sudah pernah dilakukan. What’s next? Makanya begitu kami mendapat kesempatan bekerja sama dengan Afterlab studio, ini jadi kesempatan untuk eksplorasi kreatif berikutnya. Ide cerita sendiri seperti di video musik kami lainnya, merupakan hasil keroyokan ide para personel Seringai sendiri. Dengan kesukaan kami akan science fiction dan mitologi, keluarlah ide cerita ini,” imbuh drummer Edy Khemod.

Sedangkan founder dan CEO Afterlab, Reza Permana mengatakan bahwa dengan adanya kolaborasi ini akhirnya membuktikan bahwa ranah animasi tak hanya sebatas untuk hiburan anak kecil semata, lebih jauh video animasi ia anggap sebagai sarana untuk mencapi hal yang tidak mungkin.

“.. Overall, kerjasama dengan Seringai dan Jägermeister Indonesia adalah pengalaman yang berkesan buat Afterlab, karena dari sini kami juga bisa membuktikan kalau animasi tidak terbatas menjadi hiburan anak kecil saja. Animasi adalah sarana untuk mencapai hal-hal yang tidak mungkin” ujar M. Reza Permana

Video musik ini juga melibatkan Jägermeister yang di mana produk minuman asal Jerman ini sudah sejak lama menggaet Seringai dan Danilla untuk braand iconnya. Pihak Jägermeistermengatakan: “selain karena alasan utama Seringai dan Danilla adalah brand icon Jägermeister Indonesia, konsep animasi yang diusung dan dikerjakan oleh teman-teman Afterlab ini juga sangat kreatif, inovatif dan selaras dengan image yang kerap ditampilkan oleh brand Jägermeister sendiri,” jelas R.M. Fariandi Soerja Djanegara, perwakilan Jägermeister Indonesia.

Seringai sendiri sudah lebih dari setahun terakhir ini masih menjalani masa rehat manggung. Terakhir mereka tampil di depan publik saat acara Jägermusic Night pada 19 Desember 2019. Selain karena situasi pandemi COVID-19, vokalis Arian13 beberapa bulan belakangan tengah melakukan rehat vokal sesuai anjuran medis akibat terjadi gangguan pada pita suaranya.

Walau vakum manggung namun Seringai tetap produktif di masa pandemi. Di antaranya dengan merilis Highoctane Podcast, 1 season obrolan humoris para personel Seringai yang berisi 25 episode sejak Mei hingga November 2020 lalu. Belakangan ini Arian13, gitaris Ricky Siahaan, Edy Khemod dan basis Sammy Bramantyo juga dikabarkan tengah sibuk melakukan workshop untuk album terbaru mendatang.

Merchandise berupa T-shirt dan sticker set “Ishtarkult” akan tersedia secara online dan sudah bisa dipesan via Lawless Jakarta mulai hari Kamis (4/2/2021) pukul 19:00 WIB bertepatan dengan perilisan video musik “Isthtarkult”.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Brainwahed

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading