Irama Pantai Selatan Akhirnya Debut!!

Setelah malang melintang di berbagai panggung selama beberapa tahun, akhirnya Irama Pantai Selatan debut dengan album pertamanya. Anak pertama dari mereka ini adalah hasil menunggu selama kurang lebih 3 tahun, yang diawali dengan dirilisnya banyak single seperti, “Jelita” dan “Khayalan Rakyat”. Album debut ini pun diberi nama yang cantik, yaitu “Dendang Samudra” dan telah rilis per tanggal 25 September kemarin. Pada awalnya, mereka dalam rencananya akan merilis album tersebut pada bulan April silam, namun karena negeri ini dan negara lain sedang diserang pandemi Covid-19, mau tidak mau semua yang disiapkan ambyar, dan dengan terpaksa kembali mencari waktu yang tepat. Hal ini juga berdampak dengan jadwal mixing dan mastering yang ikut mundur akibat adanya protokol karantina mandiri dari pemerintah.

“Mau tidak mau kami harus menunggu dan mencari lagi waktu yang tepat untuk perilisan hingga akhirnya semua proses rekaman, mixing dan mastering terselesaikan di bulan Juni 2020. Rencana baru kemudian kami siapkan, dengan merilis Khayalan Rakyat sebagai single kedua di bulan Juli disusul kemudian album penuh pada 25 september.” Tutur mereka.

Menurut keduanya, nama “Dendang Samudra” tercipta karena celetukan entah dari siapa yang memulai pertama kali, cukup unik memang. Yang mereka ingat hanyalah momen di saat celetukan itu keluar dari mulut salah entah itu Arief atau Sigit, momen itu terjadi saat keduanya sedang bersantai menikmai indahnya pemandangan laut yang ada di pinggiran pantai Ancol.

“Kami berangan-angan, akan seperti apa album Irama Pantai Selatan nanti dan apa namanya, lalu terucap spontan nama “Dendang Samudra” yang kemudian kami sepakati di kemudian hari. Tidak ada filosofi khusus dari nama tersebut, Dendang Samudra hanyalah nama yang mewakili Musik Irama Pantai Selatan yang sudah dikenal para pendengar sebagai Irama Dendang Bernuansa Pesisir.” Tambah mereka.

foto irama pantai selatan

Perihal dapur, dalam proses produksinya, mereka banyak dibantu oleh teman-teman musisi yang namanya sudah cukup dikenal di kancah musik tanah air. Salah satunya adalah Ricky Virgana dari White Shoes and The Couples Company. Peran Ricky di sini sangatlah penting, dirinya bertugas sebagai produser dan nahkoda dari kapal yang akan menuju ke album “Dendang Samudra” tersebut. Pertemuan dua pihak ini sebenarnya telah terjadi saat di tahun 2018 silam, namun di saat itu belum ada sesuatu yang cukup mengikat di antara keduanya. Lalu di tahun 2019, mereka pun menjalin tali kerja sama yang dimulai dengan single “Khayalan Rakyat”. Menurut mereka, pertemuan kedua kalinya di 2019 silam adalah pertemuan yang sangat berkualitas, sebabnya karena secara materi, mereka sudah tahu apa yang hadir dibuat.

Setelah mengamini pertemuan dan bagaimana bentuk kerja samanya, kedua pihak ini pun mulai masuk ke proses produksi yang memakan waktu hingga 6 bulan lamanya. Selain Ricky, mereka juga turut dibantu oleh banyak kerabat yang biasa menjadi pengiring musik di saat pertunjukan. Orang-orang ini adalah  Rolanda Sasongko pada Violin di “Khayalan Rakyat”, Armiya Husein pada Flute di “Es Kelapa Muda”, Sisilia Virgana pada Cello di lagu “Puja Puji Puspa Hati” & “Asmara Lautan Biru” dan Pendongeng & Ukulelist Dandi Ukulele di lagu “Bintang Laut”. Hampir semua instrumen di rekam di Vakansi Studio Tebet, kecuali Vokal yang dilakukan di Odessa Studio, Darmawangsa.

“Proses Rekaman Dendang Samudra berlangsung dengan begitu santai dan tidak tergesa-gesa untuk mengejar hasil yang baik. Tidak ada timeline rekaman, setiap sesi kami lakukan ketika mood sedang baik. Walaupun pada akhirnya jadi lama, tapi pada intinya kami mengejar kata “menyenangkan” dalam sebuah proses, ya ga masalah lah.”

Peran Ricky dalam proses rekaman ini cukup besar terutama dalam referensi musikal dan karakter musik milik Irama Pantai Selatan. Atas dasar kesukaan terhadap musik populer Indonesia periode 50-60an yang menjadi dasar referensi album debut ini, pada akhirnya album pertama ini memiliki nuansa dan warna yang cukup berbeda dengan rilisan-rilisan yang pernah mereka keluarkan sebelumnya. Setelah rekaman selesai, atas rekomendasi Ricky, Proses Mixing pun dilakukan di Studio Masak Suara bersama Firzi O (orang dibalik mixing album Taifun, Barasuara) dilanjut proses Mastering yang dipercayakan kepada Rhesa Aditya (Endah n Rhesa) di Shane’s Lab Studio.

album artwork dendang samudra - irama pantai selatan

“Bekerja dengan orang-orang hebat seperti ini tidak terbayangkan buat kami sebagai band yang masih seumur jagung dan baru-baru ini “kecemplung” dalam skena musik indipenden Indonesia. Ahh senangnya! Terdapat 8 lagu di album Dendang Samudra, Musik Irama Pantai Selatan di album ini banyak terinspirasi dari musik-musik Indonesia di tahun 50-60an seperti Adikarso, Orkes Kelana Ria, Oslan Husein, Bing Slamet, Soejoso Karsono dan Titiek Puspa.” Jelas mereka lagi.

Setiap lagu-lagu di Dendang Samudra punya karakter nya sendiri, kami tidak ingin membatasi diri bahwa Irama Pantai Selatan hanya memainkan musik Hawaiian yang kental dengan unsur Lapsteel dan mendayu-dayu seperti gelombang lautan teduh. Pada kesempatan ini kami ingin bereksplorasi lebih jauh, baik itu secara musikal dan juga karakter. Dari segi lirik, kami mencakup cerita yang lebih jauh dan tidak hanya terfokus pada lautan dan isinya saja. Tapi juga kehidupan warga pesisir dan segala tingkah lakunya. Seperti contoh, pada lagu “Jelita” dimana kami menceritakan seorang primadona pesisir yang menjadi idola para nelayan dan jatuh cinta di Pantai Cilincing dalam lagu “Asmara Lautan Biru”.

“Dendang Samudra adalah perjalanan awal kami dalam mengarungi skena musik terutama di Indonesia. Semoga para pendengar berkenan dan bisa ikut berdendang bersama kami.” Tutup mereka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Irama Pantai Selatan

Perjalanan Samanta Mengukir Momentum

Menuju penghujung tahun 2022, Angular//Momentum memberi persembahan sebuah rilisan album terbaru dari unit post-rock yang berada di dalam lingkarannya. Adalah Samanta yang merilis debut dengan nama serupa, “Samanta”, pada 26...

Keep Reading

Pesan Teddy Adhitya Dalam Ocean

Jika ingin mengenal sosok Teddy Adhitya, bisa dibilang ia adalah seorang storyteller, penyanyi, penulis lagu, produser musik, dan pengembara yang sudah melakukan petualangan bermusiknya sejak tahun 2008 silam. Di tahun...

Keep Reading

Isyana Sarasvati Untuk New York Fashion Week

Salah satu solois fenomenal tanah air, Isyana Sarasvati, diundang untuk menghadiri salah satu acara paling bergengsi tahun ini di New York, Vogue World (12/09). Merayakan ulang tahunnya yang ke 130,...

Keep Reading

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading