Interview: Caccia dan Perjalanannya Menyusuri Musik

Apa rasanya bisa band-bandan dengan pasangan? Caccia mungkin salah satu dari beberapa unit musik yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Duo asal Jakarta ini dimotori oleh sepasang kekasih, Anya (vokal) dan Kenny (instrumen).

Anya dan Kenny awalnya bertemu di tempat kerja yang sama. Di sana mereka menjalin hubungan pertemanan dan bermain di band kantor tersebut. Saat itu, mereka banyak membawakan gubahan ulang lagu orang lain sebelum akhirnya berpacaran dan membentuk Caccia. Karya pertama unit R&B, soul, bercampur house ini sebagai Caccia adalah sebuah kolaborasi bersama Decemberkid, “Take Me Away“.

Caccia kini sudah memiliki tiga nomor lepas di katalog mereka. Pada 2019, mereka merilis sebuah singgel dengan judul “I Won’t Let You Go”. Selanjutnya, Anya dan Kenny merilis dua singgel, “Let Me Confess” dan “L.D.R.”, tahun ini.

Penasaran bagaimana duo ini menjalin hubungan sembari berkarya bersama? Simak perbincangan Siasat Partikelir bersama Caccia di bawah ini!

Halo, Caccia. Sebelum lebih jauh boleh diceritain dulu awal mula kalian terbentuk?

Halo! Jadi dulu kita tuh sekantor, terus ngeband bareng di kantor. Sama palingan kita suka iseng main musik bikin cover-cover aja. Terus tahun 2018, ada teman kita yang DJ/produser, Decemberkid, ngajak kita collab bikin lagu. Di situ pertama kalinya kita coba bikin lagu sendiri dan menyadari bahwa proses menulis lagu sendiri yang sesuai dengan taste kita sendiri itu sangat seru dan menyenangkan.

Kenapa sih memilih nama Caccia?

Waktu kita mau rilis lagu yang sama “Decemberkid”, kita ditanya, “Mau ditulis featuring siapa?” Karena kita pikir ini proyek buat sekali aja, kita milih namanya enggak pikir panjang. Caccia itu terinspirasi dari nama tempat kita dulu sering ketemu pas awal pacaran hehe.

Kalian kan pasangan gak cuman di musik aja ya? Gimana tuh rasanya.

Plus minus sih. Plusnya, kita bisa lebih terbuka dengan pendapat masing-masing, enggak pakai enggak enak-enakan. Minusnya, kalo beda pendapat berantemnya bisa ke mana-mana hahaha

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh CACCIA (@cacciagram)

Duluan pacaran atau main musik bareng?

Kalau main musik yang enggak serius sih jauh sebelum pacaran. Kita dulu sebelum pacaran sempat temenan lama dulu. Tapi Caccia sendiri kebentuknya setelah pacaran.

Kalau nulis lagu inspirasinya dari mana?

Sejauh ini dari pengalaman pribadi.

Terakhir kalian rilis lagu kan yang judulnya “L.D.R” Boleh diceritain soal lagu itu? Boleh dari sisi proses kreatif atau pun dari makna lagunya sendiri.

“L.D.R” menceritakan tentang keinginan untuk bersama dengan seseorang yang terpisah jauh oleh jarak di mana sekedar pesan teks dan telepon tidak lagi cukup. Lagu ini juga menggambarkan kekhawatiran hubungan jarak jauh, di mana seorang bertanya-tanya apakah pasangannya akan terus menunggunya. “L.D.R” dibuat berdasarkan kisah nyata hubungan jarak jauh kita di tahun 2017, saat kita tinggal di negara yang berbeda. Musik “L.D.R” dibuat dengan progresi chord R&B, dominan dengan suara gitar elektrik yang dipadukan dengan ritme hip-hop / house yang upbeat. Vokal di lagu “L.D.R” dibawakan dengan style yang dinamis, menggabungkan influence R&B, soul, dan sedikit sentuhan hip-hop.

Dari tiga lagu yang sudah dirilis, temanya relevan enggak sama hubungan kalian?

Semuanya relevan hehe.

Secara personal, kalian masing-masing suka musik apa aja sih?

Kenny suka punk, soul, dan hip-hop. Anya lebih suka pop, jaz, R&B.

Dari selera musik masing-masing yang mana saja yang jadi referensi Caccia?

Jorja Smith, Snakehips, Lianne La Havas, Dean, DPR, Destiny’s Child, Ariana Grande, Dua Lipa, dan Breakbot.

Ada target enggak untuk ngebawa Caccia sejauh mana?

Target kita sejauh ini pengin bisa main di festival-festival besar dan pengin lagu-lagu kita juga dinikmati oleh pendengar di luar Indonesia.

Kalau dilihat, kalian kan musisi yang lumayan memerhatikan penampilan. Fashion dan musik kalian saling memengaruhi satu sama lain enggak?

Kita enggak ngatur jenis fashion kita tergantung musik sih. Tapi emang fashion dan musik kita itu dua-duanya cerminan dari kepribadian kita. Jadi menurut kita, tanpa harus diatur atau saling mempengaruhi pun, fashion dan musik kita sudah selaras.

Menurut kalian gaya busana tuh penting enggak sih buat musisi?

Penting. Karena pas kita manggung, sebelum kita bersuara yang dilihat kan visualnya dulu. Dan first impression itu penting. Tapi jangan sampai kita mengesampingkan kenyamanan ya. Kita harus berbusana yang menarik tapi nyaman, karena kalau kita nyaman pembawaan kita juga pasti lebih percaya diri.

Menurut kalian apa sih tantangan terbesar musisi hari ini?

Memastikan agar musik yang kita buat bisa sampai ke target audience kita.

Ke depannya mau ada garapan apa lagi?

Kita ada beberapa lagu yang lagi digarap. Hopefully bisa dirilis awal tahun depan. Keep your eyes peeled guys!

Oia, Caccia juga salah satu duo yang cukup memperhatikan gaya dalam bermusik, entah itu di ranah fashion mau pun di wilayah proses kreatif. Ingin tau lebih jauh? silahkan simak video lengkapnya dengan klik banner di bawah ini.

Teks: Dicki Lukmana & Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Caccia

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading