Interpretasi Keindahan Gua Tewet oleh Rio Satrio

Gua Tewet terletak di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat, sekitar komplek Gunung Gergaji, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Gua tersebut memilik banyak daya tarik. Keindahan alam, sudah jelas, ditambah peninggalan prasejarah yang diyakini sejumlah peneliti berusia sekitar 40 ribu tahun. Karena daya tarik tersebut, Rio Satrio tertarik untuk menuangkannya ke dalam sebuah lagu dengan judul “Sisi Timur Kelahiran Baru”.

“Tidak bisa terbayarkan betapa indahnya alam Indonesia salah satunya Gua Tewet, merespon keindahan alam dan mengolah menjadi nada dan lirik yang indah, lagu tersebut diberi ‘Judul Sisi Timur Kelahiran Baru’,” tutur Rio dalam siar pers.

Rio Satrio tidak sendiri dalam penggarapan “Sisi Timur Kelahiran Baru”. Ia mengajak Putri Pariwisata Kalimantan, Rinanda Maharani, untuk berkolaborasi. Tujuan Rio bukan hanya menggunakan gelar Rinanda untuk dijadikan gimik. Gadis kelahiran 2002 tersebut juga terampil memainkan sampe, alat musik khas Kalimantan. Bebunyian alat musik petik tersebut terdengar kental di nomor terbaru Rio.

                 Baca juga: Mimpi dari Seorang Rio Satrio

Karya Rio sebelumnya banyak mengisahkan tentang hubungan keluarga. Di “Sisi Timur Kelahiran Baru”, ia mencoba mendobrak kebiasaan penulisan liriknya dan mengarahkannya pada tema kecintaan terhadap alam. Inspirasi penulisan “Sisi Timur Kelahiran Baru” diambil dari kisah History Borneo yang kuat dan memunyai makna arti yang besar sejak dulu. Borneo mempunyai makna kelahiran baru dan tidak mungkin ada kelahiran baru di dunia, karena Borneo adalah paru-paru bumi.

“Tujuan lagu ini saya bikin untuk mengajak teman-teman khususnya di Kalimantan Timur untuk selalu menjaga budaya dan kelestarian alam yang ada, sampai kelak anak-cucu kita menikmati keindahannya,” tutur Rio Satrio seperti dikutip keterangan persnya.

Ini merupakan nomor ketiga yang ditelurkan Rio Satrio tahun ini. Sebelumnya, ia telah melepas “Saling Menuntun” dan “Melati”. Rio merupakan salah satu musisi asal tanah Borneo yang cukup produktif menghasilkan karya. Tahun lalu, ia melepas dua single, “Mimpi” dan “Kan Berlalu”. Nomor andalannya, “Senja, Diaksara Bintang” lahir pada 2018, menyusul album perdana dengan tajuk Cerita Daun dan Bumi yang dirilis satu tahun sebelumnya.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Rio Satrio

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading

Member Dan Single Baru Sunwich

Nampaknya istilah “new year, new me” berlaku pada Suncwich, kuintet indie-pop asal Jakarta memperkenalkan tiga anggota sekaligus; Hafiz Alfaiz dan Mahandhika Irsyam sebagai gitaris serta Rifki Handani sebagai drummer. Formasi...

Keep Reading