Inspirasi Surreal di Lagu Teranyar Satu Per Empat

Naked Lunch merupakan film surreal yang diadaptasi dari novel William S. Burroughs dengan judul yang sama. Film tersebut menceritakan karakter bernama William Lee yang merupakan pembasmi serangga, penulis, sekaligus agen rahasia. Naked Lunch menceritakan berbagai ketidakberuntungan Lee dalam perjalanan transisinya dari pembasmi serangga hingga menjadi seorang penulis.

Kebingunan-kebingungan surreal yang ada di film tersebut dikemas oleh Satu Per Empat menjadi lirik untuk nomor anyarnya, “Memoir of Bil Lee”. Lagu tersebut ditulis langsung oleh Bismo Triastirtoaji (vokalis) dan Audi Adrianto (gitaris).

“Gue awal bikin lagu ini dengan gitar, entah kenapa langsung kebayang lagu-lagu kayak di film secret agent macam James Bond,” ungkap sang gitaris melalui siar pers. “Kebetulan banget Bismo bisa nangkep maksud gue, dan langsung ngasih lirik yang terinspirasi dari film Naked Lunch, di mana karakter utamanya bernama Bill Lee.”

Bismo lah ternyata yang mengaitkan ide agen rahasia Audi ke Naked Lunch. Ia mencuplik konflik interzone dan segala konflik yang dialami William Lee dan menyimpulkan bahwa masalah utamanya ada pada kontrol.

“Hal yang gua tangkep, kontrol itu ndak pernah bisa jadi alat untuk tujuan praktis apapun kecuali menjadi lebih banyak kontrol,” tambah Bimo.

Satu Per Empat juga menyertakan sebuah klip video untuk lagu ini. Klip animasi tersebut membawa nuansa noir khas film detektif, lengkap dengan topi fedora dan mesin tik. Oort House lah yang bertanggung jawab untuk memproduksi klip untuk “Memoir of Bill Lee”. Creative House asal Jakarta tersebut membantu memvisualisasikan ide yang ada dalam benak drummer Satu Per Empat, Levi Stanley.

“Gue langsung kebayang referensi karakter yang enggak jauh berbeda dari filmnya sih; detektif, mesin tik, hewan-hewan dan hal-hal absurd
yang bakal muncul di fase editing,” kata Levi yang diberi tugas sebagai produser klip. ““Proses pembuatannya tuh temen gue Bogi dari Oort House gambar secara manual di kertas tiap frame-nya, totalnya sampai ratusan. Setelah itu tiap gambar dibuat negative lalu diproses lagi di meja editing. Terakhir, baru gue dan Bogi memaksimalkan tiap frame hingga akhirnya terjahit jadi satu keutuhan cerita berjalan.”

“Memoir of Bill Lee” menjadi karya pertama Satu Per Empat tahun ini. Tahun lalu, Bismo Triastirtoaji, Audi Adrianto, Levi Stanley, dan Rigaskara merilis album debut mereka yang berjudul Pasca Falasi.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip Satu Per Empat

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading