Inisiasi Menarik dari Show The Monster

Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, tentu saja banyak kegiatan yang dengan terpaksa harus diberhentikan. Salah satunya adalah pamerna karya seni, dan juga banyak galeri yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Untuk menyiasati agar kegiatan terus berjalan akhirnya segala macam bentuk inovasi terus dilakukan, yang paling rame di kondisi sekarang sih virtual aktivasi. Tapi ada satu bentuk yang cukup unik dalam memperkenalkan karyanya, ide brilian ini datang dari Show The Monster, yang menginvasi banyak tempat dan kafe di Jakarta dengan karakter ciptaan mereka.

Show The Monster adalah sebuah studio desain karakter Indonesia, di programnya ini, mereka bekerja sama dengan banyak muda mudi di Ibu Kota untuk menggalakan aksi kreatif nan unik dalam berkreasi dan berbagi kebahagiaan dari rumah melalui kampanye “Let’s Monsterify The World!”. Program ini sendiri merupakan gerakan untuk mengajak berbagai lapisan orang untuk melakukan Monsterify, atau menciptakan karakter monster, di mana Show The Monster nantinya akan turut memberikan kekuatan visualnya agar setiap orang dapat membuat karakter dengan versi mereka dan menghadirkannya ke dunia nyata hanya dengan sesuatu yang sederhana, yaitu menempelkan sticker ikon Monsterify, sticker berupa mata dan mulut monster yang ikonik dari Show The Monster ke benda-benda yang ada disekitar.

Kegiatan kreatif ini berlangsung secara masif melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Bentuk seperti ini memang sangat cocok dengan kondisi yang ada loh. Di mana banyak orang sangat gemar bermain media sosial dan mengunggah segala aktivitasnya. Orang-orang yang mau ikut program ini nantinya bisa berbagi pengalaman mereka lewat foto maupun video, dengan memamerkan karakter Monster yang mereka buat dari benda-benda sekitar. Tak berhenti sampai di situ saja, Show The Monster juga berkolaborasi dengan berbagai brand yang bergerak di bidang makanan dan minuman untuk mengubah kafe atau restoran menjadi monster dengan mural dari ikon Monsterify. Beberapa kafe yang sudah terinfestasi oleh monster diantaranya adalah Wan Can, Po Noodle Bar, Bukan Ruang, dan Brookland Coffee. Kolaborasi Show The Monster dengan beberapa kafe tersebut juga dilengkapi dengan instalasi poster interaktif berteknologi Augmented Reality. Para pengunjung kafe dapat dengan mudah menikmati berbagai karya interaktif dari Show The Monster hanya dengan memindai poster Monsterify menggunakan filter Instagram di akun @showthemonster dan berkesempatan untuk mendapatkan sticker secara gratis untuk turut serta dalam gerakan kampanye ini.

Kampanye “Let’s Monsterify The World!” ini sendiri bukan hanya ditujukan untuk menaikkan branding dari si studio, lebih dari itu, mereka ingin agar merek-merek dan para UMKM yang ada bisa turut membangun industri yang mereka geluti dengan cara gotong royong seperti ini. Siapa yang gak tahu sih kalau banyak usaha yang bangkrut di masa pandemi ini, nah dari sinilah kampanye ini dibuat, agar semua orang bisa saling berbagi kebahagiaan.

“Kolaborasi juga merupakan nafas dari program Monsterify, lewat kampanye ini kami mengajak masyarakat luas bersama-sama berkolaborasi menciptakan karakter dengan Show The Monster. Lewat kampanye ini, Show The Monster juga ingin mewujudkan goals untuk mengembalikan semangat masyarakat dan menebarkan kebahagiaan lewat suatu hal yang kecil, yaitu sticker ikon Monsterify. Kedepannya, ketika masyarakat melihat ikon ini muncul di berbagai ruang publik baik kafe, taman, maupun akses transportasi di DKI Jakarta dimana sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya disana untuk bepergian, kami ingin ikon Monsterify ini berperan menjadi penyemangat pagi dan penyambut ketika mereka pulang,”ujar Evan Aditya selaku Pemilik dan Creative Director dari Show The Monster.

“Melalui kampanye kreatif ini Show The Monster juga membuka kesempatan bagi setiap kolaborator dari berbagai industri untuk membuat karakter maskot dan merchandise dari maskot tersebut sebagai bentuk dukungan untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai pelopor inisiasi kreatif dan kota kolaborasi.” Tutup Evan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Show The Monster

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading