Ini Dia Alasan Dave Grohl Enggan Nyanyikan Lagu Nirvana

Sebelum mendirikan sekaligus menjadi vokalis Foo Fighters, Dave Grohl adalah seorang penggebuk drum dan backing vocals dari Nirvana. Bersama band rock yang dibentuk Kurt Cobain dan Krist Anthony Novoselic di Aberdeen, Amerika Serikat, itu, Grohl mulai dikenal massa. Tapi, usai bunuh diri Cobain yang tragis itu, Grohl mengaku masih teramat sulit mendengarkan kembali lagu-lagu Nirvana. Sebelum kematian Cobain, Grohl memang sangat akrab dengannya. 

Pada sekitar 1990, pada waktu itu Grohl tengah gundah usai bandnya terdahulu, Scream, bubar. Ia lalu menelepon sahabatnya, Buzz Osborne, frontman dan gitaris grup musik grunge dan sludge metal, Melvins, untuk sekadar meminta masukan. Osborne memberi Grohl nomor telepon dua temannya, Cobain dan Novoselic, yang dalam pada itu mencari seorang drummer dalam bentuk audisi untuk Nirvana. Di sinilah Grohl dan Cobain pertama kali berjumpa.

Grohl bergabung dengan Cobain dan Novoselic ketika Nirvana sudah memiliki album debut, Bleach. Meskipun telah beralbum, tetapi Nirvana belum juga berlabel. Di saat-saat itulah, di bulan-bulan pertama Grohl bersama band barunya itu, ia menghabiskan waktu ke sana kemari menawarkan demo yang diambil dari sekian lagu Bleach ke sejumlah perusahaan rekaman. Di sela waktu menunggu panggilan label, Nirvana tetap manggung dari klub ke klub, hingga festival ke festival. Setelah sepakat menandatangani kontrak di DGC Records di akhir 1990, Grohl dan segrup musiknya itu tak butuh waktu lama tampil di panggung besar sampai konser tunggal di seluruh dunia. 

Pada musim semi 1991, Nirvana masuk Sound City Studios di Los Angeles untuk merekam Nevermind. Setelah dirilis, Nevermind melampaui ekspektasi. Nevermind sukses secara komersil. Di tahun-tahun selanjutnya, kontribusi Grohl dalam penulisan lagu untuk Nirvana menanjak. Grohl mengatakan, di selang waktu tur album Nevermind, ketika itu Cobain pernah mencium keningnya usai mendengar “Alone + Easy Target” yang ia buat. “Oh, akhirnya, sekarang aku tidak harus menjadi satu-satunya penulis lagu di Nirvana!,” puji Cobain. “Tidak, tidak, tidak, aku pikir kami baik-baik saja dengan lagu-lagu yang kamu tulis,” ujar Grohl, sebagaimana ia ceritakan dalam “Sound City”, film dokumenternya di 2013 lalu. Cobain kemudian membawakan “Alone + Easy Target” sebagai lagu pembuka selama tur Eropa Nevermind di 1991. Kini, “Alone + Easy Target” jadi satu di antara lagu Foo Fighters, album debut Foo Fighters di 1995.

Grohl berperan serta pula dalam pembuatan “Color Pictures of a Marigold”. Pada album In Utero, Nirvana memutuskan lagu yang ia ciptakan bersama Cobain itu direkam ulang dengan judul “Heart-Shaped Box”. Judul “Color Pictures of a Marigold” juga diubah menjadi “Marigold”, sebuah single Nirvana bertahun rilis 1993. Adapun “Scentless Apprentice”, track kedua In Utero, Grohl-lah yang menyumbang riff gitarnya. Dalam wawancara dengan MTV di akhir 1993, Cobain mengaku awalnya ia sempat mengira petikan nada yang ditata Grohl itu tidak akan sebagus riff gitar yang biasa ia karang. 

Itulah perjalanan bersama Cobain yang dianggap Grohl menyulut ikatan persahabatan yang sulit ia urai. Setelah kematian Cobain pada tahun 1994, Grohl pada awalnya malu-malu berbicara tentang pengalamannya kehilangan seseorang yang sangat dekat dengannya. Tetapi seiring berjalannya waktu, ia menjadi lebih terbuka tentang persahabatannya dengan Cobain. Kematian Cobain membuat psikisnya jatuh sedemikian rupa hingga mendengarkan dan memainkan musik apapun, apalagi milik Nirvana, menjadi hal yang mustahil ia jalani selama bertahun-tahun. 

“Ketika Kurt meninggal, setiap kali menyalakan radio, hati saya begitu lunglai. Saya tidak pernah mendengarkan lagu Nirvana. Sama sekali tidak. Meskipun Nirvana selalu berada di suatu tempat yang saya singgahi. Saya masuk ke mobil, mereka masuk. Saya pergi ke toko, mereka ikut. Bagi saya, ini sangat melekat,” kata Grohl. “Saya ingat segalanya tentang itu, tentang celana pendek yang saya kenakan saat kami merekam sebuah lagu. Tapi, saya selalu menemukan makna baru pada lirik yang diciptakan Kurt”.

Grohl berterus terang, sebelum ia masuk Nirvana seorah dirinya tahu segala hal tentang musik. “Tapi, setelah berada di Nirvana menunjukkan betapa sedikit yang benar-benar saya ketahui,” ujar Grohl. Mustahil memang untuk mengatakan apakah Grohl akan menjadi musisi besar seperti sekarang ini, jika bukan karena surut-pasang yang ia alami bersama Nirvana. Meskipun ia tak bisa lagi mendengar dan memainkan lagu Nirvana, semangat Kurt Cobain masih hidup di hati Grohl.

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading