Indra7 Lepas Gabriel EP Lewat Dead Pepaya

Di kancah musik elektronik, nama Indra Asikin Isa atau yang lebih akrab disapa Indra7 tentu tak bakal asing di telinga kita. Perjalanannya merentang panjang. Jejaknya bisa kita simak diberbagai medium musik, salah satunya melalui Media Distorsi yang muncul di awal 2000-an. Mengusung konsep electronica, grup tersebut berkesperimen di area trip hop, IDM, lounge, hingga ambient. Sekian waktu berjalan, kini Indra7 lebih dikenal sebagai disc jockey yang sering muncul dibanyak helatan

Perjalanannya terus berlanjut. Baru-baru ini (6/5) Indra7 kembali dengan rilisan baru. Kali ini ia melepas sebuah album mini bertajuk Gabriel via label rekaman Dead Pepaya. Sebuah mini album dengan titel yang diambil dari nama putranya. Lewat rilisan ini pula Indra7 sedang mengeksplorasi estetika kegelapan dengan elemen bebunyian yang dekat dengan industrial techno. Ragam bebunyian macam metalik, machinery, dan distortif pun tersaji apik di sana.

Dalam Gabriel EP ia sedang mencoba banyak hal baru dengan ruang eksperimen yang cukup luas. Berjodoh dengan Dead Pepaya agaknya menjadi keputusan yang tepat, mengingat label tersebut kerap mengacuhkan batasan konservatif dalam menyajikan rilisan electronic/club music dari Indonesia. Tiga nomor orisinil yang diproduksinya merupakan hasil rekam jejak penuh jam terbang dan gambaran bahwa keras tidak perlu ngegas. Indra7 hadir dengan self-awareness yang kuat. Setiap potongan ditata secara delicate dengan atmosfir nada minor hingga bergetar ketika beat dan thud four-on-the- floor menyeruak.

Ikut melengkapi rilisan pendek tersebut, Turismo Avenue, yang merupakan bagian dari Dead Pepaya, mengambil slot remix salah satu track. Sumbangannya adalah nomor breaks yang pecah.

Untuk pertama kali, ‘Gabriel EP’ dirilis terbatas sebanyak 20 copies dalam bentuk kaset pada perhelatan Record Store Day Jakarta 2022. Kini, rilisan tersebut kembali beredar ke khalayak luas dalam format kaset C-30 dan digital yang sudah bisa diburu dan dinikmati pertanggal 6 Mei 2022.

         Baca juga: Reinkarnasi Album Legendaris Media Distorsi

Sedikit kembali ke belakang. Setelah Media Distorsi tidak aktif lagi, Indra7 menggeluti sirkuit techno dalam beragam entitas dan inisiatif seperti Microchip dan Jakarta Techno Militia. Sekali lagi, Indra yang tampil dengan moniker Indra7 menunjukan konsistensi bermusiknya yang khas dan cenderung berbeda dengan pergerakan kancah lantai dansa ibu kota dari pertengahan hingga akhir 2000-an. “Edgy sound dan bassline yang kental menjadi ciri Indra dalam setiap setnya”, kata Remy Irwan (Dafkaf) menguraikan persona Indra7 sebagai disc jockey.

Dekade 2010-an menjadi periode di mana pendekatan bermusik Indra7 semakin diterima dan diakui banyak pihak di kancah domestik. Hal ini terbukti pada tahun 2011 dan 2019, beberapa entitas menyematkan status Techno DJ of the Year kepadanya. Bagi banyak orang, Indra7 adalah metalhead dengan sensibilitas rock and roll dalam kadar akut.

“Saking metalnya, sampai lupa bahwa dia adalah salah satu pelopor musik elektronik Jakarta. Karena dulu sering di Monday Mayhem memutarkan metal, post-punk, Britpop, dan lainnya, sampai lupa bahwa dia aktif memainkan techno dengan kolektifnya,” kata Henry Foundation punggawa Goodnight Electric dalam keterangan pers.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Dead Pepaya

 

 

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading