Seni Visual dan Musik: Dua Entitas yang Tak Pernah Terpisahkan

Bisa dibayangkan bila membeli sebuah album tanpa ada sampulnya? Pastinya ada hal yang terasa kurang. Maka dari itu, visual dan musik adalah dua hal yang tak pernah terpisahkan. Hal ini juga bisa dilihat dari kebiasaan orang-orang dalam membeli sebuah rilisan fisik. Kebanyakan dari mereka biasanya lebih dulu lihat apa yang tersaji di luar, baru kemudian menyukai yang ada di dalamnya. Walaupun tak baik melihat sesuatu dari sampulnya, tapi memang begitu kondisinya. Terlebih bila di toko-toko yang tidak menyediakan alat pemutar, dan karyawannya tidak sangat membantu. Alhasil, visual menjadi senjata utama.

Menikmati sebuah ilustrasi dengan ditemani lantunan musik saat ini sudah menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Dari ilustrasi pula, kita bisa sedikit mengerti dari isi lirik lagu tersebut. Untuk musisi, ilustrasi bisa berfungsi sebagai penunjang promo yang maksimal. Selain itu, ilustrasi juga bisa digunakan untuk keperluan merchandise yang biasanya berbentuk t-shirt dan varia bentuk lainnya, yang kemudian jelas bisa memberikan nilai lebih kepada para musisi. Lalu, ilustrasi di masa sekarang juga sering kali dipakai di pelengkap visual di atas panggung sebagai penunjang penampilan yang lebih maksimal.

 

T-shirt The Upstairs “Matraman” (Arsip rocknation.id)

 

Ilustrasi dari dulu hingga sekarang terus mengalami perkembangan mengikuti kemajuan dunia. Sebagai alat berkomunikasi, ilustrasi mempunyai fungsi dan karakter mudah untuk dipahami dalam pemanfaatan ilustrasi dapat memberikan efek yang diinginkan. Pengetahuan dan kreatifitas bersama dengan penguasaan teknis menjadi dasar dalam penciptaan karya ilustrasi. Saat sekarang ini aplikasi ilustrasi bisa kita lihat dimana-mana. Ilustrasi digunakan diberbagai alat visual komunikasi, tak terkecuali musik.

 

Ilustrasi karya Farid Stevy untuk single “Mars Pengangguran” dari grup musik Syarikat Idola Remaja. (Arsip Syarikat Idola Remaja)

 

Di Indonesia sendiri, banyak kita kenal sosok yang berjalan di kedua hal ini, seperti Saleh Husein (The Adams, WSATCC), Farid Stevy (FSTVLST), Jimi Multazam (The Upstairs, Morfem, Jimi Jazz), dan banyak lainnya. Seperti kata Farid Stevy, “berkarya dengan visual memiliki pola kerja yang sama dengan musik jika dikerjakan dengan maksimal secara bersamaan akan menghasilkan benefit yang banyak bagi proyek yang dikerjakan.”

Banyak hal yang menarik untuk dibahas jika berbicara musik dan visual, beberapa diantaranya telah dibahas dalam sesi “Festitalks: Seni Visual Dalam Musik” di Creators Park yang akan rilis beberapa waktu kedepan dan ditayangkan secara spesial di SPTV. Sebuah kanal siar alternatif yang akan menjadi ruang bersama pengarsipan video musik dari grup musik/musisi tanah air sebagai apresiasi redaksi Siasat Partikelir atas kreasi audio visual dan musik. Pantau terus jangan sampai terlewatkan suguhan kejutan dari SPTV.

 

 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip sunandarid.com

Nada Siasat: Pekan Pertama Februari

Sampailah kita di penghujung pekan pertama bulan Februari. Harapan-harapan terus tumbuh di tengah situasi yang belum membaik sepenuhnya. Meskipun situasi masih belum jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya, namun para musisi...

Keep Reading

Seniman Roby Dwi Antono Gelar Tiga Pameran Sekaligus di Jepang

Seniman Indonesia yang satu ini memang kerap membuat pameran di luar negeri. Lewat karya-karyanya yang memukau, nama Roby Dwi Antono kian dikenal oleh para pelaku mau pun kolektor seni Internasional....

Keep Reading

Nada Siasat: Meretas Tahun Penuh Harapan

Tak terasa sudah 2 tahun kita berdampingan dengan pandemi, selama kurun waktu itu pula kita terus bertahan dari terpaan yang ada. Kini, nyaris semua sektor perlahan kembali pulih. Adaptasi adalah...

Keep Reading

50 Lagu Indonesia Favorit Siasat Partikelir 2021

Berikut adalah 50 lagu yang menjadi favorit Siasat Partikelir, yang sering kami dengarkan di berbagai situasi dalam rentang waktu tahun 2021.

Keep Reading