Seni visual dan musik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Contoh besarnya ada banyak, misal Seringai yang sangat ikonik dengan artwork bernuansa tengkorak, gelombang radio dari Cambridge Encyclopedia of Astronomy yang diambil Peter Saville seorang desainer grafis asal Inggris untuk cover album Joy Division kemudian dikenal dengan Unknown Pleasure, hingga gambar pisang yang dibuat Andy Warhol untuk sampul album The Velvet Underground & Nico.

Semakin kesini menikmati musik bukan hanya persoalan nada-nada yang harmonis ataupun lirik-lirik yang sarat dengan keresahan sang seniman. Visual yang melekat pada band juga menjadi perhatian khusus. Bagi album musik, visual adalah hal pertama yang dinikmati calon pendengar sebuah album sebelum menikmati sajian musik yang terdapat di dalamnya. Bahkan beberapa pembeli yang ingin mendengarkan rilisan dari band yang belum pernah didengar sebelumnya, artwork yang tertera disampul album adalah pertimbangan pertama mereka untuk membeli.

Cover Album dari Eazz

Dari segi ekonomi pun, visual yang kemudian menjadi artwork sebuah single lalu dijual dalam format baju ataupun totebag akan memberikan profit lebih pada band ataupun visual artistnya. Pun juga dalam penampilan live band. Menyajikan visual pada screen saat penampilan band berlangsung seperti menjadi keharusan untuk menambah nilai tambah dari penampilan mereka.

Cover Single dari Saphira Singgih

Keduanya berjalan seolah membuat simbiosis mutualisme, visual merespon musik begitu pula sebaliknya. Dalam film, musik berkewajiban untuk merespon visual yang ditampilkan sehingga membuat film menjadi lebih hidup. Selain itu Efek Rumah Kaca juga pernah merespon visual yang dilihat sang bassist Adrian ketika mendengarkan lagu mereka yang kemudian dipilih menjadi judul-judul lagu di album Sinestesia. Bukti bahwa keduanya sangat berkaitan erat.

Mengutip kata Farid Stevy “Berkarya dengan visual memiliki pola kerja yang sama dengan musik jika dikerjakan dengan maksimal secara bersamaan akan menghasilkan benefit yang banyak bagi proyek yang dikerjakan.” Banyak hal yang menarik untuk dibahas jika berbicara musik dan visual, beberapa diantaranya telah dibahas dalam sesi “Festitalks: Seni Visual Dalam Musik” di Soundrenaline 2019 yang akan kami rilis beberapa waktu kedepan dalam format video.

Teks: Inuputra Pratama
Visual: Arsip Dari Berbagai Sumber