Hoax Teraneh dari Adanya Vaksin Covid-19

Di zaman serba canggih dan arus informasi semakin kencang, bukan berarti hal itu sering digunakan baik juga. Masa sekarang, informasi dan disinformasi kecepatannya sama saat menyebar ke orang-orang banyak. Tinggal kita saja sebagai orang yang memegang kendali atas diri sendiri yang harus menyaring hal-hal tersebut. Tapi faktanya, walaupun kita sudah hidup di dunia yang teknologi sudah digenggaman tangan, masih saja banyak orang yang termakan berita-berita palsu nan menyesatkan. Internet saat ini bisa menjadi tempat yang sangat liar di saat-saat terbaik, dan wacana online hanya menjadi lebih terpolarisasi, terprogram dan jauh lebih aneh selama masa pandemi global saat ini, karena setiap ahli teori konspirasi dengan koneksi broadband kencangnya merasa berkewajiban untuk membagikan ‘penelitian’ mereka yang menghapus arus benar kepada dunia luas.

Dalam beberapa pekan terakhir, kegembiraan atas penemuan, persetujuan peraturan, dan pendistribusian vaksin virus korona yang efektif dalam waktu dekat – sepenuhnya diprediksi akan berhasil – juga diikuti dengan serangkaian kabar-kabar liar yang tentu saja sangat tidak masuk akal untuk ditelaah. Salah satu yang sampai saat ini terus digaungkan adalah bahwa segala kekacauan, konflik, dan ketakutan yang terjadi di sepanjang tahun kemarin (hingga sekarang) adalah buah kerja yang sudah diatur oleh yang namanya elit global. Entah siapa yang memulai, dan juga siapa itu elit global, tidak ada yang tahu. Tapi anehnya, banyak yang sangat mempercayai hal tersebut.

Kabar gila yang lain lagi adalah pemerintah di seluruh dunia sedang mencari beragam cara untuk melacak dan memanipulasi warganya sendiri dengan sebuah chip kecil yang konon katanya telah beredar selama beberapa dekade belakangan hingga sekarang. Masih berkaitan dengan teori konspirasi dan pandemi, kabarnya ada sebuah teori baru yang menyatakan bahwa peluncuran vaksin virus corona hanyalah kedok untuk menyuntikkan masyarakat dengan chip pelacakan 5G. Dan nama seorang Bill Gates (bos besar Microsoft) adalah dalang dibalik beredarnya chip 5g ini, yang menginginkan untuk mengendalikan seantero isi Bumi. Untuk membuktikan hal tersebut, para penganut teori konspirasi berbondong-bondong mengunggah sebuah “dokumen rahasia” menampilkan skema keberadaan chip 5G dalam vaksin yang baru disetujui.

Namanya juga teori konspirasi, sudah bisa dipastikan kurang memuat informasi yang tidak akurat. Kenapa begitu? Pasalnya, diagram yang banyak beredar sebenarnya adalah sebuah gambar dari sebuah sirkuit elektronik dari pedal gitar merek Boss Metal Zone. Dan ketika Mario Fusco, seorang insinyur perangkat lunak senior di Redhat, melihat informasi yang salah, dia menggunakan Twitter untuk memberitahukan kenyataan yang sebenarnya.

“Di sini, di Italia, orang-orang mulai membagikan rangkaian gambar ini dengan mengklaim bahwa ini adalah sebuah diagram dari chip 5G yang telah dimasukkan ke dalam vaksin COVID. “Pada kenyataannya itu adalah sirkuit listrik dari pedal gitar.” Tutur Fusco di cuitannya di Twitter.

Penggunaan istilah-istilah yang mengandung unsur provokasi dan disinformasi memang ramai sekali dipakai di sepanjang tahun 2020 kemarin. Tapi, dari semua kabar yang beredar tersebut, tidak ada satupun bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ini semua adalah perbuatan elit global yang sedang berusaha menanamkan sebuah teknologi ke dalam tubuh manusia. Sungguh sangat memalukan bagi mereka yang percaya begitu saja.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Metal Zone

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading