Hindia dan Sun Eater Hadirkan Dokumentasi Tur Bayangan Dalam Jaringan

Hindia merilis album debutnya Menari dengan Bayangan pada bulan November 2019 lalu, sebuah album yang bisa dibilang memperkuat posisi proyek musik dari Baskara Putra itu di kancah musik tanah air. Bukan hanya isapan jempol, karena hal itu secara nyata terlihat dari fanbase yang bertumbuh secara eksponensial.

Pembuktiannya adalah ketika di bulan Februari lalu Hindia melangsungkan tur yang menyambangi beberapa kota di pulau Jawa. Rangkaian tur yang yang diberi tajuk “Tur Bayangan 2020” itu digelar di Malang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung, dari tanggal 8 Februari 2020 hingga 16 Februari 2020.

Yang hadir menyaksikan Hindia pada kesempatan itu mungkin masih teringat akan momen itu. Tapi mungkin tak semua berkesempatan untuk hadir dalam perayaan album Menari dengan Bayangan yang membawa Hindia dan band pengiringnya Lomba Sihir berkeliling pulau Jawa untuk pertama kalinya.

 

Crowd Hindia di Yogyakarta. (Sun Eater/Raditya Satyoputra Indriyanto)

 

Maka dari itu, Sun Eater sebagai label yang menaungi Hindia, bekerjasama dengan Hookspace, rumah produksi yang mendokumentasikan “Tur Bayangan 2020”, akan mengadakan penayangan dokumentasi video dari tur tersebut lewat program “Tur Bayangan di Rumah”.

Selain mencoba memberikan pilihan hiburan di masa pandemi sekarang ini, Fadli Fikriawan – Communication & Marketing Manager Sun Eater – menyatakan bahwa tur tersebut cukup menyimpan banyak kenangan. “Jadi kayaknya pas saja kita hadirkan dokumentasi konsernya ke audience yang lebih luas. Karena memang sepanjang tur semuanya direkam,” terang sosok yang biasa dipanggil Awan dan juga pemain bass .Feast itu.

Mengangkat pesan merayakan kembali momentum yang sangat penting bagi Hindia itu, Awan menambahkan, “bagi kita storytelling itu penting. Dan di sini posisinya adalah kita pengen menceritakan kembali Tur Bayangan yang dilaksanakan Februari lalu. Kita sadar bahwa banyak yang saat itu belum berkesempatan hadir karena berbagai faktor. Juga untuk yang hadir untuk bisa bernostalgia. Harapannya adalah supaya kita bisa tetap terhubung walau tur itu sudah berakhir.”

Penayangan “Tur Bayangan di Rumah” didukung penuh oleh GoTix sebagai mitra resmi untuk pelayanan tiket dan penyedia platform penayangannya. Nantinya, setiap tiket yang sudah dibeli di GoTix akan mendapatkan satu tautan pribadi yang hanya bisa digunakan untuk satu gawai pemilik pembeli. Seluruh tiket penayangan “Tur Bayangan di Rumah” sudah bisa didapatkan di GoTix via aplikasi maupun situs resminya hingga satu jam sebelum penayangan “Tur Bayangan di Rumah”.

“Animonya bagus sih, cuma sempet agak sedikit bingung di awal karena dipikir pre-recorded concert bukan tayangan dokumentasi konser yang udah kejadian. Cuma setelah diinfokan lebih lanjut ternyata responnya cukup bagus dari hasil penjualan tiket jumlahnya cukup besar diluar ekspektasi.” Terang Awan akan respon publik yang diterima Sun Eater.

 

Hindia dan Lomba Sihir di Malang. (Sun Eater/Raditya Satyoputra Indriyanto)

 

“Tur Bayangan di Rumah” memiliki lima jadwal tayang berbeda. Hal ini dilakukan agar penonton bisa memilih merasakan pengalaman berbeda di lima set panggung di kota berbeda ataupun menonton semua rangkaian turnya sehingga tenggelam dalam perjalanan lintas Jawa tersebut dengan detail jadwal tayang seperti berikut:

Sabtu, 30 Mei 2020

13.00 – 15.00 : Malang Belum Tertidur

15.30 – 17.30  : Surabaya Tidak Apa-Apa

20.30 – 22.30 : Seluruh Hatiku Untukmu Yogyakarta

Minggu, 31 Mei 2020

15.30 – 17.30 : Apapun yang Terjadi di Semarang

20.30 – 22.30 : Semua yang Sirna di Bandung

Setiap kota memiliki tema spesial yang memberikan pengalaman yang berbeda di setiap pertunjukannya. Tema dan alur kelima pertunjukan ditentukan oleh masing-masing personil Lomba Sihir. Seperti ‘Malang Belum Tertidur’ oleh Tristan Juliano, ‘Surabaya Tidak Apa-Apa’ oleh Natasha Udu, ‘Seluruh Hatiku Untukmu Yogyakarta’ oleh Rayhan Noor, ‘Apapun yang Terjadi di Semarang’ oleh Wisnu Ikhsantama, ‘Semua yang Sirna di Bandung’ oleh Enrico Octaviano. Tunggu apa lagi langsung buru tiket “Tur Bayangan di Rumah”.

 

 

Teks: Farid Amriansyah

Visual: Arsip Sun Eater/Melina Anggraini

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading