Hindia Akan Bercerita di Soundstream Episode Ke-4

Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, banyak konser dan kegiatan musik luring yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Kondisi saat ini dengan segala keterbatasannya memang butuh perhatian khusus, dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku musik di seluruh dunia, begitu pula yang dirasakan oleh mereka yang ada di Indonesia. Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi agar bisa membuka kemungkinan baru untuk mengakali situasi. Tantangan ini juga memberi kesempatan bagi perupa generasi baru untuk bereksperimen dan bisa memberikan kontribusi serta solusi dalam kehidupan bermasyarat dan menghadirkan sebuah karya yang berfungsi untuk kemaslahatan orang banyak. Dari sana, hadirlah inovasi baru, salah satunya adalah konser virtual. Dan ini pun diamini oleh Soundstream.

“Biasanya, saya bernyanyi untuk orang-orang — mewakili masyarakat kami yang keras sebagaimana adanya. Sekarang saya mewakili diri saya sendiri.  Rasanya seperti di rumah, ” sebuah prolog dari Hindia. Hindia adalah project musik dari Baskara Putra yang sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai vokalis / penulis lagu di band rock .Feast.

Sebenarnya Hindia adalah inisiatif utama Baskara, dengan .Feast menjadi saluran kedua untuk persona rocknya.  Dia telah memproduksi sendiri lagunya sendiri sejak 2015, tetapi menghentikannya ketika popularitas .Feast melonjak setelah album pertama mereka Multiverses (2017). Ketika ketenarannya melonjak dan band menjadi salah satu band rock yang paling dicari tidak lama kemudian, dia merasakan dorongan untuk mengungkapkan perasaan pribadinya.  Dilengkapi dengan keserbagunaan dan keterampilan, Hindia mengesampingkan pengaruh musik rock beratnya dan berharap dapat menyampaikan lebih banyak ambisi pop & R&B-nya.  Merilis satu single per minggu sebelum album debutnya, Hindia menjadi rutin mingguan di tangga lagu Indonesia dengan hits pop ‘Evaluasi’ dan ‘Secukupnya’, R&B jam ‘Jam Makan Siang (bersama Matter Mos)’, dan balada yang menyayat hati ‘Membasuh (ft. Rara Sekar) ‘dan’ Belum Tidur (bersama Sal Priadi)’.

Di perhelatan ke-4 ini, Soundstream membawa Hindia melayani penonton musik yang lebih luas, memancarkan suasana yang menenangkan, lebih tenang, optimis melalui set yang eksklusif, dan ikut menghadirkan ‘Lomba Sihir’, grup musik yang menjadi bagian dari pertunjukan untuk menghadirkan pengalaman-pengalaman baru disetiap pertunjukan Hindia sebagai band, akan membuat Soundstream lebih berwarna. Disini, Lomba Sihir adalah grup musik yang tidak lagi sebagai pengiring, namun penampilannya akan menjadi sebuah seri baru terhadap project band ini.

Lebih megah lagi, mereka: Hindia dan Lomba Sihir, kali pertama melakukan pertunjukan dengan diiringi dengan Choir (Kancatala Ensemble). Kancatala Ensemble adalah kelompok paduan suara yang digawangi oleh Kristian Wirjadi sebagai pendiri dan pengaba utama. Sesuai dengan visinya, ‘Kancatala’ yang berarti ‘Kawan Nada’ ingin merangkul berbagai kalangan lewat antusiasme bermusik di ranah paduan suara. Kegiatan olah suara bersama-sama adalah cara yang menarik untuk meningkatkan kebahagiaan diri yang dapat dilakukan oleh semua orang. Lebih jauh lagi, Kancatala Ensemble ingin melibatkan para penikmat karyanya dalam pengalaman bernyanyi secara langsung dan interaktif. Di samping membawakan komposisi paduan suara dari dalam dan luar negeri, Kancatala Ensemble turut bergerak dalam edukasi musik paduan suara di kalangan awam.

Kejutan demi kejutan dihadirkan Soundstream setiap episodenya. Selain penampilan Hindia dengan Lomba Sihir dan iringan choir dari Kancatala Ensemble, Kamga Mo turut menjadi bintang tamu, dengan suara emasnya akan membawakan lagu Mata Air, dan Secukupnya. Setlist yang berbeda dan menarik selalu hadir di Soundstream, kali ini salah satunya adalah untuk pertama kalinya juga dalam sejarah Hindia dan Lomba Sihir, membawakan lagu di luar album ‘Menari dengan Bayangan’, berjudul ‘No One Will Find Me’.

Tidak sabar, Soundstream Episode 4 akan menjadi tayangan spesial di akhir pekan ini, 12 September 2020, mulai pukul 21.00 Wib. Set pertunjukkan dibuat simpel agar penonton bisa terfokus pada setiap alunan lagu yang dibawakan oleh Hindia, Lomba Sihir dan Kancatala Ensemble, serta Kamga.

Segera dapatkan tiketnya dengan penawaran promo Presale yang berlaku hingga 9 September 2020, seharga Rp. 27.000,- hanya di Kiostix (kiostix.com).

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Soundstream

 

Penanda 17 Tahun GBS Berkarir

Gugun Blues Shelter kembali merilis single kedua setelah sebelumnya pada pertengahan tahun 2022 mereka merilis single Jingga. Kali ini, trio Gugun, Bowie & Fajar melepas Down & Dirty seperti yang...

Keep Reading

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading